Jumat 19 Jan 2024 12:19 WIB

Balasan Pakistan ke Iran Naikkan Suhu Ketegangan 

Kemenlu Rusia meminta Pakistan dan Iran menahan diri.

Rep: Lintar Satria/ Red: Setyanavidita livicansera
Seorang petugas polisi berjaga di gerbang masuk utama Kementerian Luar Negeri Pakistan, di Islamabad, Pakistan, Kamis, 18 Januari 2024. Angkatan udara Pakistan melancarkan serangan udara balasan Kamis pagi terhadap Iran yang diduga menargetkan posisi militan, sebuah serangan yang menewaskan di setidaknya tujuh orang dan semakin meningkatkan ketegangan antara negara-negara tetangga.
Foto: AP Photo/Anjum Naveed
Seorang petugas polisi berjaga di gerbang masuk utama Kementerian Luar Negeri Pakistan, di Islamabad, Pakistan, Kamis, 18 Januari 2024. Angkatan udara Pakistan melancarkan serangan udara balasan Kamis pagi terhadap Iran yang diduga menargetkan posisi militan, sebuah serangan yang menewaskan di setidaknya tujuh orang dan semakin meningkatkan ketegangan antara negara-negara tetangga.

REPUBLIKA.CO.ID, ISLAMABAD -- Pakistan meluncurkan serangan ke milisi separatis di wilayah Iran. Serangan ini balasan serangan Teheran dua hari sebelumnya, yang mengatakan menyerang kelompok lain di dalam teritori Pakistan.

Media Iran mengatakan beberapa rudal menghantam Provinsi Sistan-Baluchestan di perbatasan Pakistan. Serangan ini menewaskan sembilan orang, termasuk empat anak-anak.

Baca Juga

Serangan lintas batas terbesar dalam beberapa tahun terakhir ini menimbulkan kekhawatiran meluasnya instabilitas di Timur Tengah perang Israel di Gaza yang pecah 7 Oktober 2023. Namun, kedua belah pihak memberi sinyal keinginan untuk menahan situasi.

Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan Teheran berkomitmen memiliki hubungan yang baik dengan negara tetangganya. Namun, meminta Islamabad untuk mencegah berdirinya "pangkalan-pangkalan teroris" di wilayahnya.

 

Pakistan mengeluarkan pernyataan serupa. "Satu-satunya tujuan aksi hari ini adalah mengejar keamanan dan kepentingan nasional Pakistan sendiri, yang sangat penting dan tidak bisa dikompromikan," kata Kementerian Luar Negeri Pakistan, Kamis (18/1/2024).

"Sejumlah teroris tewas dalam operasi berdasarkan intelijen ini," kata kementerian yang menggambarkan serangan itu sebagai "serangkaian serangan militer tepat sasaran yang spesifik dan sangat terkoordinasi ke persembunyian teroris."

Teheran mengecam keras serangan tersebut dengan mengatakan terdapat warga sipil yang tewas. Iran juga memanggil pelaksana tugas duta besar Pakistan atau charge d'affaires di Iran untuk memberikan penjelasan.

"Informasi yang diterima mengindikasi empat anak, tiga perempuan dan dua pria berwarga negara asing, yang tewas dalam ledakan yang terjadi di desa itu," kata Menteri Dalam Negeri Iran, Ahmad Vahidi, pada stasiun televisi pemerintah.

Juru bicara kementerian luar negeri mengatakan Pelaksana tugas Perdana Menteri Pakistan Anwaar-ul-haq Kakar akan mempersingkat kunjungannya ke World Economic Forum di Davos, Swiss. "Serangan tepat sasaran digelar menggunakan drone pembunuh, drone, loitering munition dan senjata jarak jauh," kata militer Pakistan dalam pernyataannya.

Militer menambahkan target-target serangan itu merupakan markas yang digunakan Baloch Liberation Front (BLF) dan berasosiasi dengan Baloch Liberation Army. Pada Selasa (17/1/2024) Iran mengatakan mereka menembak target di dalam Pakistan yang diduga markas Jaish al Adl (JAA). Semua target beretnis Baloch tapi tidak diketahui apakan JAA memiliki koneksi dengan dua kelompok lainnya.

Pakistan yang memiliki senjata nuklir mengatakan serangan itu mengenai warga sipil dan menewaskan dua anak. Islamabad memanggil duta besar dari Iran untuk mengajukan protes atas "pelanggaran terang-terangan" pada kedaulatannya. Dengan latar belakang perang di Gaza, Iran dan sekutu-sekutunya berusaha menunjukkan kekuatan di kawasan bahkan sebelum serangan lintas batas ke Pakistan. Iran meluncurkan serangan ke apa yang mereka sebut lokasi ISIS dan pusat spionase Israel di Suriah.

Milisi Houthi di Yaman menyerang kapal-kapal komersial di Laut Merah sejak bulan November lalu. Kelompok yang didukung Iran itu mengatakan aksi ini bagian dari solidaritas pada Palestina. Pakistan dan Iran tampaknya sudah memperbaiki hubungan, Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amirabdollahian dan Kakar bertemu di Davos pekan ini. Tapi pengamat memperingatkan ancaman eskalasi.

"Motivasi Iran menyerang Pakistan masih belum jelas, tapi menunjukkan lebih luas perilaku Iran di kawasan dapat bereskalasi," kata pakar keamanan Asia Selatan di U.S Institute of Peace, Asfandyar Mir.

"Apa yang membuat Teheran gelisah adalah Pakistan melewati batas dengan menyerang di dalam wilayah Iran, ambang batas yang bahkan Israel dan Amerika Serikat hati-hati tidak langgar," tambahnya. Kementerian Luar Negeri Rusia meminta Pakistan dan Iran menahan diri dan menyelesaikan perbedaan mereka dengan diplomasi.

Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan mengatakan kedua belah pihak tidak ingin meningkatkan ketegangan. Semua milisi yang menjadi target serangan beroperasi di area yang mencakup barat daya Provinsi Balochistan, Pakistan dan tenggara Provinsi Sistan-Baluchestan.

Daerah kaya sumber daya mineral dan belum dikembangkan. BLF yang Islamabad serang di dalam wilayah Iran menggelar pemberontakan bersenjata ke pemerintah Pakistan. Termasuk menyerang warga negara dan investasi Cina di Balochistan.

Jaish al Adl yang Iran serang juga kelompok milisi etnis, Iran yang mayoritas syiah menganggap sunni itu sebagai ancaman. Kelompok itu menggelar serangan ke Garda Revolusi Iran. 

sumber : reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement