Kamis 18 Jan 2024 23:35 WIB

MPU Aceh Imbau Masyarakat tak Terlalu Fanatik Bela Capres-Cawapres

MPU Aceh ingatkan pentingnya persatuan selama Pemilu 2024.

Politik identitas dinilai tidak akan mewarnai pemilu 2024. (ilustrasi). MPU Aceh ingatkan pentingnya persatuan selama Pemilu 2024
Foto: ANTARA/Mohammad Ayudha
Politik identitas dinilai tidak akan mewarnai pemilu 2024. (ilustrasi). MPU Aceh ingatkan pentingnya persatuan selama Pemilu 2024

REPUBLIKA.CO.ID, BANDA ACEH — Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh mengimbau kepada masyarakat agar tidak terlalu fanatik terhadap salah satu calon kandidat peserta Pemilu 2024 termasuk capres-cawapres agar tidak terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

"Tetapi yang sangat penting menjelang 14 Februari 2024 tidak ada yang sampai gontok-gontokan, fanatisme berlebihan," kata Ketua MPU Aceh Tgk Faisal Ali alias Lem Faisal, di Aceh Besar, Kamis (18/1/2024).

Baca Juga

Sebaiknya, kata Lem Faisal, lebih ke depankan sikap yang mewujudkan kedamaian, dan ketenteraman di tengah masyarakat. Jangan sampai ribut dan terpecah belah.

"Masyarakat perlu kita jaga, jangan sampai momen politik ini membuat kita terpecah dan membuat kita tidak bersilaturahim," ujarnya.

Dalam kesempatan ini, dirinya juga mengingatkan masyarakat Indonesia terutama Aceh jangan sampai masuk dalam orang-orang golongan putih (golput) atau tidak memilih.

Ia mengajak semua masyarakat untuk memilih pemimpin dengan mendatangi tempat pemungutan suara (TPS) saat hari pemilihan nanti pada 14 Februari 2023. "Tidak ada yang golput, sama-sama pemilih. Memberikan pilihan sesuai dengan apa yang sudah ada di hati nurani, itu kita harapkan," katanya.

Dalam kesempatan ini, ia juga berharap dan mengajak seluruh komponen masyarakat untuk bersama-sama menyongsong Pemilu dengan baik dan berjalan sukses. "Bersama-sama kita songsong Pemilu itu dengan baik dan sukses. Setiap perbedaan kita hargai bersama-sama. Paling penting adalah kedamaian dan ketentraman," kata dia.

Sementara itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menggelar Silaturahim Nasional ini mengamil tema "Mengawal Pemilu Damai, Jujur, Adil, dan Bermartabat".

Dalam kegiatan yang dihadiri tokoh ormas Islam, pemuka majelis agama, Panglima TNI dan Kapolri tersebut, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Anwar Iskandar memimpin Deklarasi Pemilu Damai yang diselenggarakan Selasa (16/1/2024) di Jakarta. Deklarasi Pemilu Damai ini, memuat 7 poin utama di dalamnya, yaitu:

Baca juga: Golongan yang Gemar Membaca Alquran, Tetapi Justru tidak Mendapat Syafaatnya

1. Berkomitmen untuk menjaga dan mengawal proses demokrasi, sesuai tahapan Pemilu 2024 agar berjalan dengan aman, damai, jujur, adil, dan bermartabat

2. Mengajak semua komponen bangsa untuk berpartisipasi aktif mendukung dan menyukseskan pelaksanaan Pemilu 2024

3. Mengajak seluruh warga negara Indonesia yang memiliki hak pilih untuk menggunakan haknya dengan penuh tanggung jawab

4. Mengajak semua pihak untuk ikut aktif melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap setiap tahapan pelaksanaan pemilu agar berjalan sesuai aturan, berlangsung secara aman, damai, jujur, adil, dan bermartabat

5. Mengajak semua pemangku kepentingan, pasangan calon, tim sukses, parpol, dan elite politik untuk bersikap sportif dan taat azas dalam berkampanye dengan tidak menjadikan konten agama dan SARA sebagai bahan kampanye negatif dan bahan candaan

6. Mendesak seluruh komponen bangsa baik pemerintah, peserta pemilu, maupun masyarakat untuk menerima hasil pemilu yang dilaksanakan dengan netral, jujur, adil, dan bermartabat

7. Mengajak seluruh komponen bangsa untuk menjadikan Pemilu sebagai pesta demokrasi yang menjunjung perbedaan pilihan, tatapi tetap menjaga persaudaraan dan persatuan.

photo
Daftar pemilih tetap pada Pemilu 2024 - (Republika.co.id)

 

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement