Jumat 29 Dec 2023 16:36 WIB

MER-C Kirim Tim Medis untuk Bantu Korban Gempa Herat Afghanistan 

Tim MER-C melakukan perjalanan ke Herat melalui darat dari Kabul

Rep: Fuji E Permana / Red: Nashih Nashrullah
Ketua Presidium MER-C (kedua dari kiri) dr Sarbini Abdul Murad melepas tim medis bantuan korban gempa Herat Afghanistan
Foto: Dok Istimewa
Ketua Presidium MER-C (kedua dari kiri) dr Sarbini Abdul Murad melepas tim medis bantuan korban gempa Herat Afghanistan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia mengirimkan tim medis untuk membantu korban bencana alam gempa bumi yang terjadi di Herat, Afganistan pada 7 Oktober 2023. 

Tim yang dipimpin dr Tonggo Meaty Fransisca terdiri dari lima orang yang semuanya merupakan tenaga kesehatan yaitu dr Rio Wikanjaya, Sp OT (dokter bedah tulang), Ita Muswita, Wirsal Adiansyah Harahap, dan Ade Andrian. Ketiga nama terakhir merupakan perawat bedah. 

Baca Juga

Pada 14 Desember 2023, tim dilepas langsung oleh Ketua Presidium MER-C Indonesia, dr Sarbini Abdul Murad di kantor MER-C Indonesia, Jakarta. Sarbini berhararap tim MER-C dapat menunaikan amanah yang diberikan masyarakat Indonesia kepada MER-C.

"Tim bertolak dari bandara Soekarno Hatta menuju Dubai untuk melakukan transit dan setelah 12 jam langsung ke Kabul, Afghanistan. Tim tiba di Kabul Afghanistan pada tanggal 15 Desember 2023 sekira pukul 15.40 waktu Kabul dengan membawa bantuan obat-obatan dan alat kesehatan," kata juru bicara (Jubir) Tim Medis MER-C, Wirsal Adiansyah Harahap, kepada Republika.co.id melalui pesan tertulis, Jumat (29/12/2023). 

Wirsal menyampaikan, tim bertemu dengan perwakilan Indonesia untuk Afghanistan di Kabul pada 16 Desember 2023 yaitu Budi Rahmat Surya Sahputra. Tim MER-C menjelaskan mengenai rencana kegiatan yang akan dilakukan selama berada di Afghanistan, yaitu menyampaikan bantuan ke Herat. Tim MER-C disambut dan diberi pesan agar membawa nama baik Indonesia serta berhati-hati.  

Perwakilan Indonesia untuk Afganistan berharap agar MER-C tetap berkoordinasi dalam misi yang akan dilakukan di negara yang telah masuk musim dingin tersebut.  

Wirsal mengatakan, pada 17 Desember 2023 tim MER-C mulai bergerak mendata kebutuhan yang akan diberikan untuk korban bencana. Saat ini di Afghanistan mulai masuk musim dingin, sehingga memutuskan untuk membeli perlengkapan musim dingin seperti baju, jaket, topi, sarung tangan, kaus kaki untuk semua umur mulai dari lahir hingga dewasa.  

"Tim masuk ke dalam salah satu pasar Pasmir di Kabul, di mana pasar tersebut penjualnya hampir 98 persen adalah laki-laki, sehingga sempat menimbulkan keraguan apakah perempuan bisa masuk ke dalam dan berbaur di dalam pasar tersebut, namun hal itu bisa terbantahkan karena orang lokal yang mendampingi MER-C selama berada di Kabul meyakinkan bahwa wanita bisa masuk ke pasar selama dia berhijab dan sopan," ujar Wirsal.   

Baca juga: Alquran Abadikan Tingkah Laku Yahudi yang Bodoh tapi Berlagak Pintar

 

Wirsal menjelaskan, akhirnya tim bisa masuk ke pasar dan bisa menyelesaikan pekerjaannya untuk membeli sebagian perlengkapan musim dingin untuk korban terdampak gempa di Herat. 

Dia menambahkan, selain koordinasi dengan pemerintah Indonesia untuk Afghanistan. Tim MER-C juga melakukan koordinasi dengan kedutaan Afghanistan untuk Indonsia serta akan menjajaki kemungkinan kerja sama dengan non Governmental Organization (NGO) lokal di Herat.

Tim MER-C akan melakukan asesmen langsung kepada pengungsi di Herat akibat gempa awal oktober lalu yang menelan sekitar 4.000 korban jiwa. 

Menurut kabar dari kedutaan besar Afghanistan di Jakarta, bantuan Indonesia belum ada yang masuk ke daerah tersebut. Ini diketahui karena keluarganya masih berada di Herat. Tim bergerak dari Kabul ke Herat melalui perjalanan darat pada 19 Desember 2023.  

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement