Rabu 20 Dec 2023 20:32 WIB

Houthi tak Gentar, Janji Serang Pasukan Maritim Laut Merah Bentukan Amerika Serikat 

Houthi menegaskan dukungan untuk Palestina

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Nashih Nashrullah
Seorang warga Yaman melewati spanduk bergambar bendera Israel dan AS di dek kapal kargo Galaxy Leader, yang disita oleh Houthi di lepas pantai pelabuhan Al-Salif di Laut Merah di provinsi Hodeidah, Yaman, Selasa (5/12/2023).
Foto: EPA-EFE/YAHYA ARHAB
Seorang warga Yaman melewati spanduk bergambar bendera Israel dan AS di dek kapal kargo Galaxy Leader, yang disita oleh Houthi di lepas pantai pelabuhan Al-Salif di Laut Merah di provinsi Hodeidah, Yaman, Selasa (5/12/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, AL-MUKALLA - Kelompok militan Houthi Yaman berjanji untuk menyerang pasukan mariitm Laut Merah yang dipimpin Amerika Serikat (AS) jika mereka berusaha mencegah mikisi menerapkan embargo terhadap semua kapal yang menuju Israel.

Perunding senior Houthi Mohammed Abdul Sallam mengatakan, kelompoknya akan terus memblokir Laut Merah bagi kapal-kapal yang menuju ke Israel dan akan menyerang kekuatan mana pun yang berusaha menghalangi kelompok ini.

Baca Juga

"Siapapun yang mencoba untuk meningkatkan konfrontasi harus menanggung akibat tindakannya dan koalisi Amerika yang akan membela Israel dan memiliterisasi laut tanpa alasan dan ini tidak akan menghalangi Yaman untuk melanjutkan aktivitas sah nya dalam mendukung Gaza," tulis Mohammed dalam media sosial X seperti dikutip dari laman Arab News, Rabu (20/12/2023).

Sebelumnya, Houthi telah menembakkan rudal balistik dan drone ke kapal komersial dan angkatan laut yang diyakini sedang berlayar ke Israel di Laut Merah. Houthi mengaku bahwa serangannya dimaksudkan untuk memaksa Israel berhenti menembaki Gaza dan membantu memungkinkan pasokan makanan dan air masuk ke Jalur Gaza.

Pemimpin Houthi Mohammed Al-Bukhaiti mengatakan, pasukan internasional tidak akan mencegah milisi menargetkan kapal-kapal di Laut Merah.

"Bahkan jika Amesika berhasil menggalang dukungan seluruh dunia, operasi militer kami akan terus berlanjut sampai kejahatan genosida di Gaza dihentikan dan makanan, obat-oattan, dan bahan bakar diizinkan masuk (untuk) rakyat yang terkepung, tidak peduli seberapa besar pengorbanan yang harus kami lakukan," katanya.

Ancaman Houthi muncul sehari setelah Aidarous Al-Zubaidi, wakil presiden Dewan Pimpunan Kepresidenan Yaman yang diakui internasional dan presiden Dewan Transisi Selatan yang pro kemerdekaan, dan para pemimpin senior militer Yaman mrngunjungi Pulau Mayyun yang penting dan strategis yang juga dikenal sebagai Pulau Perim di Selat Bab Al-Mandab di pintu masuk selatan Laut Merah.

Baca juga: Ditanya Kristen Mengapa tak Lakukan Pembantaian di Yerusalem, Ini Jawaban Salahuddin

Al-Zubaidi dilaporkan mengatakan bahwa pasukan akan mengambil bagian dalam inisiatif atau koalisi multilateral untuk menjaga rute pelayaran global yang tampaknya bertentangan dengan pernyataan Kementerian Pertahanan Amerika Serikat bahwa Yaman tudak akan bergabung dengan pasukan laut pimpinan Amerika Serikat.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Amerika Serikat Lloyd Austin pada Senin (18/12/2023) mengumumkan pembentukan pasukan multinasional yang dipimpin oleh AS untuk melindungi kapal-kapal yang melakukan perjalanan di Laut Merah dari serangan Houthi. 

Sementara itu, Menteri Pertahanan Iran Reza Ashtiani memperingatkan usulan gugus tugas multinasional untuk melindungi kapal komersial Laut Merah akan menghadapi "masalah luar biasa." Amerika Serikat (AS) yang mengajukan usulan ini.

Pernyataan ini disampaikan setelah pekan lalu Ameri Serikat mengatakan mereka sedang membahas pembentukan gugus tugas tersebut dengan negara-negara Arab. Iran yang mendukung kelompok Houthi di Yaman menentang usulan tersebut.

"Bila mereka mengambil langkah yang tidak rasional, mereka akan dihadapkan pada masalah yang luar biasa," kata Ashtiani kepada Kantor Berita Mahasiswa Iran (ISNA) Kamis (14/12/2023).

"Tidak ada yang bisa bergerak di wilayah di mana kami memiliki dominasi," katanya, mengacu pada Laut Merah.

Ashtiani tidak merinci langkah-langkah apa yang siap diambil Iran dalam menanggapi pembentukan gugus tugas Laut Merah yang didukung Amerika Serikat. Pekan lalu Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat Jake Sullivan mengatakan Washington sedang  membahas pembentukan gugus tugas maritim dengan negara-negara lain.

"Untuk memastikan keamanan perjalanan kapal-kapal  di Laut Merah," katanya tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.

photo
Sejarah Perlawanan Palestina - (Republika)

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement