Selasa 19 Dec 2023 14:59 WIB

Reformulasi Diklat Besar-besaran, Balitbang Kemenag Kembangkan SDM

SDM Kementerian Agama harus selalu dimaksimalkan.

Rep: Muhyiddin/ Red: Erdy Nasrul
Reformulasi SDM Kemenag.
Foto: Muhyiddin/Republika
Reformulasi SDM Kemenag.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama (Kemenag) melakukan reformulasi untuk pengembangan kompetensi SDM Kemenag. Kepala Balitbang dan Diklat Kemenag, Prof Amien Suyitno, pun mengajak jajarannya untuk berkomitmen penuh melaksanakan reformulasi besar-besaran tersebut. 

“Diklat itu harus fleksibel. Ini menjadi bagian reformulasi diklat. Kita tidak akan berhenti untuk mereformulasi pengembangan SDM ini,” ujar Suyitno saat sambutan dalam kegiatan "Expose Reformulasi Pengembangan Kompetensi SDM Kemenag" di daerah Bintaro, Jakarta Selatan, Senin (18/12/2023). 

Baca Juga

Dalam acara yang dihadiri para pejabat di lingkungan Balitbang Diklat Kemenag, Balai Diklat Keagamaan, hingga Widya Iswara ini, Suyitno menjelaskan, reformulasi yang dilakukan pihaknya meliputi regulasi, urgensi, pola pelaksanaan, kurikulum, hingga sumber daya manusia dalam pelaksanaan pendidikan dan pelatihan.

"Kalau hari ini kita reformulasi besar-besaran mulai dari urgensinya, cara pelaksanaannya, kurikulum, sasaran human resources-nya, satu hal yang penting juga menurut saya, kita harus mereformulasi widya iswara," ucap Suyitno.

Suyitno menambahkan, reformulasi pengembangan kompetensi yang dilakukan didesain sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan terkini. "Ini akan berdampak pada sistem pengembangan SDM Kemenag secara luas," kata Suyitno.

Suyitno menilai bahwa saat ini banyak jenis Diklat yang sudah tidak relevan dengan kondisi zaman. Bahkan, ada kecenderungan Diklat terkadang dilaksanakan hanya sebagai rutinitas. Karena itu, menurut dia, upaya reformulasi wajib dilakukan.

Di tempat yang sama, Kapus Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan Balitbangdiklat, Mastuki menambahkan, pengembangan kompetensi menjadi keniscayaan bagi Kemenag yang memiliki jumlah SDM yang luar biasa.

"Pengembangan SDM yang baik dan tepat secara berkelanjutan akan berkontribusi penting bagi peningkatan kapasitas dan kompatibilitas serta fleksibilitas sebagai organisasi pembelajaran," jelas Mastuki.

"Pengembangan SDM yang dimaksud dilakukan sejak rekrutmen pegawai baru, maupun peningkatan kompetensi terhadap SDM existing," ucap Mastuki.

Mastuki juga menyampaikan bahwa pihaknya telah menyusun naskah akademik yang komprehensif didasarkan atas sejumlah identifikasi masalah, kondisi obyektif, dan tantangan baru. Ia juga telah melakukan penelusuran regulasi dan melibatkan multi-stakeholders untuk mengkritisi naskah tersebut sebelum diformulasikan dalam bentuk naskah yang bisa dibaca para pengguna maupun pengambil kebijakan.

“Kami berharap reformulasi diklat dan pengembangan kompetensi ini dapat menjadi guidance bagi penyelenggara, pimpinan di satuan kerja pusat dan daerah, serta pedoman bagi pemangku kepentingan dan pengguna secara luas,” kata Mastuki.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement