Senin 04 Dec 2023 23:05 WIB

Protokol Zionisme Ini Ungkap Makar untuk Membuat Dunia Terus Berkonflik

Zionisme menjadi biang keladai perdamaian dunia yang carut marut

Simbol Yahudi, ilustrasi. Zionisme menjadi biang keladai perdamaian dunia yang carut marut
Simbol Yahudi, ilustrasi. Zionisme menjadi biang keladai perdamaian dunia yang carut marut

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Untuk memuluskan rencana pendirian negara Israel Raya sekaligus memenuhi ambisi menguasai dunia, sejumlah 300-400 tokoh Yahudi sedunia mengadakan kongres di sebuah kota di Swiss. Kongres ini menghasilkan 24 poin keputusan yang dikenal dengan Protokol Zionisme.

Naskah protokol ini ditulis dalam bahasa Ibrani dan kemudian dicuri oleh seorang biarawati asal Prancis dan kemudian sampai di Rusia. Pada 1902, Protokol Zionisme diterjemahkan pertama kali ke dalam bahasa Rusia dan selanjutnya diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa dunia, termasuk Inggris dan Arab.

Baca Juga

Namun sayang, terjemahan Protokol Zionisme itu selalu hilang dari peredaran sehingga tidak banyak diketahui orang. Konon, cukong-cukong Yahudi memborong habis terjemahan itu sehingga tidak dapat beredar.

Seorang tokoh Zionis papan atas, Theodor Herzel, mengakui bahwa naskah Protokol Zionisme itu dicuri dan disebarkan sebelum masanya.

Agar Protokol Zionisme itu dapat diketahui orang selain Yahudi, ia tidak diterbitkan tersendiri sebagai sebuah buku tapi dimasukkan dan dikemas dalam sebuah kajian akademis yang membahas tentang Zionisme, Yahudi, dan lain sebagainya yang dimasukkan di dalamnya kajian tentang Protokol Zionisme.

Di antara kajian tentang Zionisme adalah sebuah buku yang ditulis oleh L Fray yang diterjemahkan Jihad Qal’aji dengan judul al-Quwa al-Khafiyyah fi as-Siyasah al-‘Alamiyyah (Kekuatan Terselubung dalam Politik Internasional).

Secara umum, substansi Protokol Zionisme itu menyangkut masalah politik, sosial budaya, dan keagamaan. Dan intinya adalah menjadikan orang non-Yahudi tidak memiliki kepedulian terhadap program-program zionisme dalam bidang-bidang tersebut. Mereka dininabobokan, dilenakan, disibukkan, dan juga dibikin berkelahi antarmereka sendiri.

Protokol Zionisme nomor tujuh menyebutkan, “Untuk semua wilayah Benua Eropa dan demikian pula benua-benua lain, kita wajib menciptakan konflik dan mengobarkan api permusuhan dan pertentangan.” Karenanya tidaklah mustahil, konflik-konflik yang terjadi di berbagai belahan dunia, permusuhan, dan pertikaian antarumat merupakan upaya yang dilakukan oleh zionisme seperti tertulis dalam Protokol Zionisme nomor tujuh ini.

Di negeri kita, Indonesia, kita sering menjumpai hal-hal yang berpotensi menimbulkan konflik, baik antarumat beragama maupun antarumat seagama, dan hal itu selalu terjadi secara siklus dan berulang-ulang. Sebagai contoh dapat disebutkan sebagai berikut:

Pertama, pembongkaran makam Nabi Muhammad SAW. Isu ini secara berkala muncul ke permukaan sejak awal abad ini sampai sekarang. Secara siklus, isu ini selalu bermunculan.

Terakhir, isu ini muncul pada  2013 yang disebutkan bahwa dalam rangka memperluas area Masjid Nabawi, makam Nabi Muhammad SAW akan dibongkar dan akan dipindahkan ke tempat lain.

Baca juga: Heboh Wolbachia, Ini Tafsir dan Rahasia Nyamuk yang Diabadikan Alquran Surat Al-Baqarah

Isu ini telah berhasil membuat umat Islam minimal resah bahkan terjadi pro dan kontra sehingga konon Kedutaan Arab Saudi hendak didemo oleh umat Islam Indonesia.

Agenda zionisme ini berhasil karena umat Islam dalam beberapa hari, larut dalam suasana pro dan kontra menanggapi isu tersebut. Tidak mustahil, isu pembongkaran makam Nabi ini juga akan muncul pada masa-masa yang akan datang.

sumber : Harian Republika
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement