Jumat 24 Nov 2023 22:29 WIB

Jangan Kalah dari AI, 100 Guru Ikut TCDP Laznas DPF

Kolaborasi ini adalah upaya menghadirkan pendidik bisa beradaptasi di era digital.

Pelatihan TCDP Laznas DPF
Foto: Dok Laznas DPF
Pelatihan TCDP Laznas DPF

REPUBLIKA.CO.ID,DEPOK -- Lembaga Amil Zakat Nasional Djalaluddin Pane Foundation (DPF) melaksanakan Teacher Competency Development Program (TCDP) Batch 2 untuk seratus guru se Kota Depok.

Kegiatan ini dilaksanakan di AULA PGRI Kota Depok pada Selasa, 7 November 2023. Seperti TCDP sebelumnya, kali ini Laznas DPF berkolaborasi dengan MKKS Kota Depok serta dengan Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Wilayah 2.

Kolaborasi ini adalah wujud keterlibatan bersama dalam upaya menghadirkan pendidik yang mampu beradaptasi di era serba digital.Terlebih guna memfasilitasi para siswa yang hari ini tentu memiliki karakter yang berbeda.

Dalam sambutannya Kepala Dinas Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Wilayah Barat Bapak Asep Sudarsono menyampaikan apresiasi kepada Laznas DPF yang telah menginisiasi Teacher Competency Development Program (TCDP). “Program ini memang dibutuhkan para guru. Kini hidup di era AI guru-guru jangan sampai kalah. AI ini semua ada, keterbatasan guru terkadang tidak hidup mengikuti arus zaman. Makanya semoga Bapak/Ibu bisa bersemangat untuk belajar di sini.” ujar Asep Pelatihan TCDP kali ini mendapuk Bung Zaid salah seorang praktisi Artificial Intelligence yang juga sudah terbiasa berbagi dengan para guru di Depok.

 

Bung Zaid dalam penyampaian materinya tidak hanya sekadar memaparkan teori-teori, tetapi juga mengajak para guru untuk mempraktekan langsung. “Ke-100 guru yang hadir tampaknya cukup excited dalam mengikuti pelatihan. Sering guru merasa teknologi itu susah, tetapi setelah ditunjukkan caranya mereka langsung cepat menangkap dan bisa mengikuti materi yang ada” Ujar Bung Zaid.

Narasumber lainnya, KH Wahfiudin Sakam selaku Dewan Pembina Laznas DPF menyampaikan dalam paparannya bahwa guru-guru sekarang harus menghadapi tantangan yang tidak mudah. Kiai Wahfi berpesan bahwa guru-guru mau tidak mau harus berubah. “Karena itu pendidikan menjadi penting buat Laznas DPF. Kita tidak ingin potensi bangsa kita menjadi momok bangsa. Di tengah berbagai persoalan bangsa kita melihat pendidikan kunci utama, karena di pendidikan tidak hanya kompetensi siswa yang dibangun tetapi juga kepribadian, karakter dan adab," ujar Kiai Wahfi.

Peserta TCDP di Depok ini turut berpartisipasi dalam mengirimkan dukungan dan bantuan kepada palestina. Melalui penggalangan donasi ketika acara telah terkumpul senilai Rp 2.050.000 yang akan didonasika dan dikirimkan langsung untuk bantuan guru-guru di Palestina.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement
Advertisement