Rabu 22 Nov 2023 21:40 WIB

Update 3 Relawan MER-C, Kemenlu: Ketiga WNI Kondisi Baik di Rumah Sakit Indonesia Gaza 

Tiga relawan MER-C dalam kondisi selamat di RSI Gaza.

Rep: Muhyiddin / Red: Nashih Nashrullah
Relawan MER-C. 3 relawan MER-C dalam kondisi selamat di RSI Gaza
Foto: Dok Istimewa
Relawan MER-C. 3 relawan MER-C dalam kondisi selamat di RSI Gaza

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Kementerian Luar Negeri memastikan bahwa tiga warga negara Indonesia yang bekerja sebagai relawan di Rumah Sakit Indonesia di Gaza berada dalam kondisi aman.

Hal itu disampaikan Juru Bicara Kemenlu Lalu Muhamad Iqbal pada Rabu untuk menanggapi kabar penangkapan dua dari tiga relawan WNI itu oleh pasukan Israel (IDF).

Baca Juga

“Kemlu telah memverifikasi langsung berita mengenai penangkapan dua WNI relawan di RS Indonesia oleh IDF. Menurut sumber langsung di Gaza, ketiga WNI relawan saat ini dalam kondisi baik dan masih berada di RS Indonesia,” kata Iqbal melalui pesan singkat.

Dia juga menyebutkan bahwa ketiga WNI tersebut tengah bersiap untuk evakuasi ke Gaza selatan dari RS Indonesia yang berada di Gaza utara.

 

Iqbal juga menegaskan bahwa Kemenlu akan terus memonitor kondisi ketiga WNI tersebut. Keberadaan dan keselamatan Fikri Rofiul Haq, Reza Aldilla Kurniawan, dan Farid Zanzabil Al Ayubi menjadi sorotan setelah pada Senin (20/11), RS Indonesia di Gaza diserang Israel sehingga sedikitnya 12 orang tewas.

Ketiga relawan itu menolak dievakuasi karena ingin melanjutkan kerja kemanusiaan mereka di Gaza.

Dalam konferensi pers, Rabu (22/11/2023) malam, Ketua Presidium Medical Emergency Rescue Committee (MER-C), dr Sarbini Abdul Murad memberikan klarifikasi terkait berita yang beredar tentang dua relawan MER-C yang ditangkap tentara Israel (IDF). Menurut dia, berita yang beredar tersebut tidak benar. 

"Dari sumber kami di RSI Gaza bahwa tiga relawan MER-C, yaitu Reza Aldilla Kurniawan, Fikri Rofiul Haq, dan Farid Zanzabil Al Ayubi, dua ditahan oleh IDF dan satu tidak diketahui posisinya di mana," ujar Sarbini saat konferensi pers di Jakarta, Rabu (22/11/2023). 

Informasi tersebut membuat Sarbini risau. Sebab, tiga relawan itulah yang selama ini melaporkan kondisi terkini di Gaza kepada relawan MER-C di Jakarta. 

"Ini membuat kami risau karena mereka itu adalah narasumber kami yang langsung di RSI, sehingga membuat kami gelisah," ucap Sarbini. 

Lalu, pada pukul 17.30 WIB, pihak MER-C kemudian berhasil mendapatkan kontak dengan relawannya di Gaza, dan bahkan bisa berkomunikaai langsung dengan salah satu relawannya, Reza Aldilla Kurniawan.

"Dan kami sempat berbicara dengan mereka. Sekarang mereka bertiga ada di RS Indonesia dalam keadaan sehat dan selamat," kata Sarbini. 

Diperkirakan saat ini ada sekitar 700 orang luka-luka yang sedang dirawat dan 5.000 orang yang mengungsi di dalam RS Indonesia. Pemerintah Indonesia telah mengecam keras serangan Israel di RS itu karena merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum kemanusiaan internasional.

Baca juga: Sungai Eufrat Mengering Tanda Kiamat, Bagaimana dengan Gunung Emasnya?

Indonesia juga mendesak semua negara, terutama yang memiliki hubungan dekat dengan Israel, untuk menggunakan pengaruh dan kemampuannya guna mendesak Israel menghentikan kekejamannya.

Pekan lalu, Israel juga menyerang RS Al Shifa dan menuding Hamas memiliki pusat komando bawah tanah di bawah fasilitas medis itu. Tudingan itu dibantah oleh kelompok perlawanan Palestina tersebut.

Lebih dari 13 ribu orang di Gaza gugur akibat gelombang pengeboman Israel sejak 7 Oktober 2023. Sementara itu, jumlah korban tewas di pihak Israel mencapai 1.200 jiwa. 

photo
Sebulan Genosida di Gaza - (Republika)

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement