Kamis 09 Nov 2023 14:22 WIB

Anwar Abbas: Palestina Menginginkan Merdeka Seperti Kita 

Palestina akan terus mempertahankan kawasannya.

Rep: Ratna Ajeng Tejomukti/ Red: Erdy Nasrul
Wakil Ketua Umum MUI, Anwar Abbas.
Foto: Darmawan/Republika
Wakil Ketua Umum MUI, Anwar Abbas.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua MUI Anwar Abbas mengatakan, Indonesia adalah bangsa yang beragama dan berbudaya. 

"Kita adalah bangsa yang menghormati dan menjunjung tinggi nilai-nilai perikemanusiaan dan perikeadilan. Kita adalah bangsa yang diberi amanat oleh konstitusinya untuk menciptakan perdamaian di dunia," ujar dia dalam pesan singkat yang diterima, beberapa hari lalu.

Baca Juga

Oleh karena itu, Buya Anwar mengajak agar semua pihak menolak dan menentang segala bentuk penjajahan di atas muka bumi ini. Prinsip yang dipegang, kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa. 

Ketua PP Muhammadiyan ini juga mengingatkan agar umat harus dan wajib hukumnya untuk membela rakyat dan bangsa yang terjajah seperti yang dialami oleh rakyat Palestina sekarang ini yang sudah dijajah oleh Israel sejak 1948.

 

"Kalau kita tanya rakyat palestina mereka mau apa? Maka jawaban mereka tentu hanya satu, yaitu mereka ingin merdeka dan terbebas dari penjajahan Israel sehingga mereka bisa membentuk negara mereka, menjadi negara yang benar-benar merdeka dan berdaulat penuh, di mana mereka bisa dengan bebas untuk membuat kebijakan dan menentukan nasib mereka sendiri," ujar dia.

Namun, saat ini rakyat palestina belum bisa mendapatkan kemerdekaannya. Oleh karena itu, untuk mencapai tujuan tersebut mereka sampai hari ini dan esok tidak akan pernah berhenti berusaha dan berjuang kalau perlu dengan mengangkat senjata dan berperang seperti yang terjadi dan kita lihat hari ini.

Buya Anwar menegaskan, meskipun senjata mereka kalah canggih dari senjata yang dimiliki oleh Israel, lihatlah semangat juang dan tekad bulat mereka.

"Saya yakin dan percaya karena sejarah sudah membuktikan dan memperlihatkan kepada kita semua di mana Amerika dengan persenjataannya yang canggih, akhirnya terpaksa mundur dari Vietnam. Begitu juga di Afghanistan canggihnya senjata yang dimiliki oleh Rusia kemudian dilanjutkan oleh AS. Kedua negara adikuasa tersebut juga akhirnya mundur," ujar dia.

Hal itu karena negara-negar adikuasa tersebut tidak akan pernah mampu dan bisa mengalahkan rakyat yang telah bersatu. Indonesia juga sebagai bangsa telah membuktikan dan memperlihatkan kepada dunia. 

Bahwa pihak sekutu dengan senjata mereka yang canggih ingin mengembalikan indonesia untuk dijajah kembali oleh Belanda akhirnya pada tanggal 10 November tahun 1945 bisa dipukul mundur oleh arek-arek suroboyo  yang hanya mempergunakan senjata seadanya. Oleh karena itu, belajar dari sejarah tersebut hanya tinggal menunggu waktu karena roda kekuasaan akan selalu berputar.

Jika hari ini rakyat dan bangsa Palestina telah dijajah oleh Israel, pada waktunya Israel nanti pasti akan angkat kaki dari tanah yang dijajahnya tersebut. Lalu, ketika rakyat Palestina telah meraih dan mendapatkan kemerdekaan dan kedaulatannya, ketika itu pulalah Israel sebagai sebuah negara tentu akan mengalami nasib buruknya sebagai konsekuensi logis dari perbuatan buruk dan biadab yang telah mereka lakukan sebelumnya terhadap rakyat dan bangsa palestina.  

"Untuk itu, di bagian akhir saya berdoa, semoga Allah SWT selalu melindungi dan meridhai perjuangan rakyat Palestina," ujar dia.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement