Senin 06 Nov 2023 11:22 WIB

Profil Kota Eilat di Israel yang Warganya Ketakutan Diserang Rudal

Eilat merupakan salah satu kota di Israel yang diserang rudal.

Rep: Fuji E Permana/ Red: Muhammad Hafil
Angkatan Laut Israel menjaga wilayah perairan Eilat (ilustrasi).
Foto: Reuters/Finbarr O'reilly
Angkatan Laut Israel menjaga wilayah perairan Eilat (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Eilat atau Elat dalam bahasa Ibrani adalah nama kota yang terletak di Israel bagian selatan (setelah Israel merebut kota itu dari Palestina). Kota ini diapit oleh Taba, Mesir dan Aqaba, Yordania. 

Eilat terletak di bagian utara Teluk Aqaba, bagian timur Laut Merah. Kota ini memiliki rata-rata suhu udara sekitar 40 derajat celcius pada musim panas. Eilat dijuluki sebagai Kota Panas karena musim panasnya yang panas dan panjang. 

Baca Juga

Kota Eilat didirikan pada tahun 1951, kemudian menjadi  pusat ilmiah, sosial, dan budaya di Israel bagian selatan.

Nama kota Eilat sebenarnya diambil berdasarkan nama situs Eilat yang pernah ada di sana, tetapi sebenarnya sekarang terletak di Aqaba.

 

Ada sejarah panjang di kota Eilat, sebab jamaah haji dari Kairo di Mesir melakukan perjalanan haji melalui jalur darat melewati kota tersebut.

Dilansir dari laman Arkeonews pada Senin (6/11/2023), dijelaskan bahwa ditemukan sebuah artefak yang digunakan untuk ritual sihir kuno di rute Darb al-Hajj atau rute perjalanan haji dari Kairo di Mesir ke Makkah di Arab Saudi.

Sebuah studi yang baru saja dirilis bulan lalu menjelaskan bahwa artefak-artefak yang ditemukan pada tahun 1990-an di rute kuno Darb al-Hajj dari Kairo ke Makkah, mungkin digunakan untuk ritual sihir.

Ditemukan Artefak Bekas Ritual Sihir

Sebuah penelitian yang baru-baru ini diterbitkan oleh Dr Itamar Taxel dari Otoritas Kepurbakalaan Israel, menganalisis koleksi artefak yang ditemukan pada akhir tahun 1990-an di sebuah situs arkeologi di pegunungan Eilat. Penelitian mereka baru-baru ini diterbitkan dalam Journal of Material Cultures in the Muslim World.

Koleksi benda-benda yang ditemukan di sepanjang rute kuno Darb al-Hajj di pegunungan Eilat, Israel selatan, pada akhir 1990-an oleh Moti Shemtov, termasuk fragmen kerincingan tanah liat, menyerupai bola tenis meja, yang berisi batu-batu kecil yang mengeluarkan bunyi saat diguncang. 

Dua artefak yang menyerupai altar dupa nazar miniatur ditemukan, bersama dengan beberapa patung, termasuk salah satunya adalah seorang wanita telanjang atau dewi dengan tangan terangkat.

Menurut penelitian, artefak-artefak ini digunakan dalam ritual magis untuk menangkal mata jahat, menyembuhkan penyakit, dan banyak lagi.

“Penemuan ini mengungkapkan bahwa orang-orang di periode Ottoman Awal sama seperti saat ini, berkonsultasi dengan dukun populer, bersamaan dengan keyakinan formal pada agama resmi," kata para peneliti.

Analisis terhadap artefak keramik menunjukkan bahwa artefak tersebut berasal dari Mesir. Menurut IAA, penemuan mereka menandai pertama kalinya sejumlah besar objek ritual semacam ini ditemukan, terutama di lokasi sementara dan bukan di pemukiman permanen.

Darb al-Hajj dimulai dari Kairo kemudian perjalanannya melalui Semenanjung Sinai, wilayah Eilat, dan kota Aqaba. Selanjutnya ke Semenanjung Arab. Jalur ini digunakan sejak abad pertama setelah kebangkitan Islam, yaitu dari abad ke-7 Masehi hingga abad ke-19 Masehi.

Di sekitar pegunungan Eilat, beberapa lokasi perkemahan dan bangunan peziarah (jamaah haji) telah ditemukan. Tampaknya bangunan ini terutama berfungsi pada masa Mamluk dan Ottoman, yang dimulai pada abad ke-13 atau ke-14 M.

Itamar Taxel mencatat bahwa banyak artefak yang ditemukan dalam keadaan rusak, menunjukkan bahwa artefak tersebut mungkin sengaja dirusak selama ritual.

“Artefak-artefak tersebut ditemukan rusak, dan bahkan mungkin sengaja dirusak saat ritual. Tampaknya ritual ini dilakukan di lokasi tersebut oleh satu atau beberapa orang yang berspesialisasi dalam upacara magis populer. Dari sumber-sumber literatur, kita mengetahui bahwa ada permintaan akan ritual magis di kalangan masyarakat dari berbagai lapisan masyarakat. Ritual semacam itu dilakukan setiap hari bersamaan dengan ritual keagamaan formal termasuk di dunia Muslim, dan kemungkinan besar para jamaah haji yang melakukan perjalanan ke kota suci Makkah dan Madinah juga tidak terkecuali," kata Itamar Taxel.dari dari Otoritas Kepurbakalaan Israel.

Omry Barzilai, arkeolog regional selatan IAA, mencatat bahwa jalan Darb al-Hajj melintasi batas kota Eilat, menjadikan kota ini sebagai bagian dari kawasan arkeologi dan wisata regional yang unik.

Saat ini di Eilat, risiko datang dari kelompok Houthi di Yaman yang menembakkan rudal dan drone dari seberang Laut Merah. Rudal dan drone itu berhasil dicegat serta dihancurkan sebelum mencapai sasarannya.

Militer Israel mengumumkan peringatan serangan udara telah ditingkatkan pada Sabtu pagi setelah sistemnya mendeteksi target mencurigakan yang mendekati wilayah Israel.

Sirene serangan udara yang tajam terdengar di kota pelabuhan Israel di Laut Merah, Eilat. Jet tempur bergemuruh di atas langit biru pada Sabtu (4/11/2023).

Seorang pria yang membawa anaknya di kereta dorong bayi tidak yakin harus pergi ke mana. Dia bergegas mencari perlindungan di bawah pintu masuk beton sebuah pusat perbelanjaan yang tertutup.

Seorang wanita Rusia dan dua pria Israel berlindung di samping sebuah rumah batu bata yang runtuh dan terlantar. “Ini Yaman,” kata salah seorang pria sambil menunjuk ke langit.

Pria itu mengatakan, Angkatan Udara Israel sedang berusaha mencegat rudal yang ditembakkan di Laut Merah. Suara pesawat yang bergulat dengan ancaman di langit dan kurangnya tempat perlindungan bom sangat kontras dengan kota-kota Israel lainnya, seperti Tel Aviv, yang penduduknya sering menghadapi serangan roket dari Gaza dan sudah terlatih untuk pergi ke tempat perlindungan terdekat dan hingga sistem Iron Dome mencegat proyektil yang masuk.

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement