Selasa 31 Oct 2023 08:44 WIB

Wapres: Teknologi Jangan Buat Generasi Muda Tinggalkan Alquran

Tantangan yang kian berat saat ini menuntut Generasi Qur’ani yang semakin kuat.

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Gita Amanda
Wakil Presiden RI, KH Maruf Amin meminta generasi muda agar tak melupakan Alquran. (iustrasi)
Foto: Setwapres RI
Wakil Presiden RI, KH Maruf Amin meminta generasi muda agar tak melupakan Alquran. (iustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin mengingatkan generasi muda Islam untuk menjadikan Alquran dan Hadits sebagai pedoman hidup. Menurut dia, kegemaran generasi muda terhadap teknologi jangan sampai membuat generasi muda Islam meninggalkan Alquran.

"Saya minta kepada generasi muda muslim Indonesia untuk tidak meninggalkan Alquran dan Hadits sebagai panduan hidup. Kegemaran terhadap teknologi jangan sampai menyita seluruh perhatian kita," ujar Kiai Ma'ruf dikutip pada Selasa (31/10/2023).

Baca Juga

Kiai Ma'ruf juga berharap generasi muda muslim menjadi Generasi Qur’ani yang tidak hanya mampu membaca Alquran, namun dapat mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. “Namun tentu saja, yang dimaksud membaca dan mengajarkan di sini bukan semata membaca huruf demi huruf, dengan tajwid dan qiro’ah, melainkan kita harus mempelajari maknanya dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini menyampaikan, hasil survei indeks literasi Alquran Indonesia Tahun 2023 yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama telah mencapai angka 66 atau kategori tinggi. Ia pun mendorong tingkat literasi ini terus ditingkatkan di tengah perkembangan teknologi dan arus informasi digital. 

 

"Saya meyakini, tantangan yang kian berat saat ini justru menuntut Generasi Qur’ani yang semakin kuat. Generasi Qur’ani adalah modal pembangunan yang perlu terus dibina untuk membawa kemajuan bagi bangsa dan negara," ujarnya.

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menekankan pentingnya literasi Alquran dan Hadits bagi umat. Untuk itu Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) harus memainkan perannya. “LPTQ kita tahu adalah garda terdepan dalam memperkuat literasi Alquran dan Hadits di tengah-tengah masyarakat, lainnya LPTQ adalah bagian dari kebijakan negara dalam mendukung pembangunan nasional,” ujar Yaqut.

Ia juga mendorong LPTQ dan berbagai pihak terkait untuk terus mempersiapkan peta jalan penguatan literasi Alquran dan Hadits. Menurutnya, LPTQ harus menjadi lokomotif literasi menjadi pusat kegiatan yang berkelanjutan untuk mempromosikan pemahaman yang lebih dalam terhadap kitab suci dan Hadits.

"Jadi bukan hanya sebatas menyelenggarakan event STQ (Seleksi Tilawatil Qur’an) atau MTQ (Musabaqah Tilawatil Qur’an), peran LPTQ justru sangat luas dalam kegiatan membumikan Alquran dan Hadits,” katanya.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement