Selasa 31 Oct 2023 06:41 WIB

Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir Lepas Ribuan Wisudawan Gaza

Ketua ASFA Foundation Syafruddin bertemu Grand Syaikh Al-Azhar Prof Ahmad At-Thoyyib.

Ketua ASFA Foundation, Dr Haji Syafruddin bersama Grand Syaikh Al-Azhar Prof Dr Ahmad At-Thoyyib di Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir.
Foto: Republika.co.id
Ketua ASFA Foundation, Dr Haji Syafruddin bersama Grand Syaikh Al-Azhar Prof Dr Ahmad At-Thoyyib di Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir.

REPUBLIKA.CO.ID, KAIRO -- Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir, mewisuda ribuan mahasiswa-mahasiswinya di Al-Azhar Conference Center Kairo dari 40 negara. Para wisudawan angkatan 2023 diberi nama 'Gaza'. Nama itu disematkan langsung oleh Grand Syaikh Al-Azhar Prof Dr Ahmad At-Thoyyib sebagai bentuk dukungan nyata Al-Azhar kepada perjuangan rakyat Gaza, Palestina.

Hadir di acara tersebut Wakil Grand Syaikh Al-Azhar Prof Dr Muhammad Duwaini, Menteri Kebudayaan, Menteri Pemuda dan Olahraga Mesir, Rektor Universitas Al-Azhar Prof. Dr. Salamah Daud, serta Ketua ASFA Foundaton/Waketum DMI Komjen (Purn) Dr Syafruddin.

Baca Juga

Tampak pula, Sekjen Majma' Al-Buhust Al-Islamiyah Prof Dr Nadhir Al-Ayyadh, penasihat Grand Syaikh Prof Dr Nahla Soidy, Prof Dr Abdu Daim Nusair, Duta Besar Abdurrahman Musa, Ketua OIAI Pusat Prof Dr Osamah Yasin dan Prof Dr Muhammad Husein Al-Mahrosowi, 35 duta besar negara sahabat, serta wakil rektor, dekan dan pejabat tinggi di Al-Azhar.

Para alumni Al-Azhar mendapatkan berbagai nasihat dan pesan kunci dari para tokoh Al-Azhar sebelum mereka kembali ke negerinya masing-masing. Hal itu merupakan momentum penting bagi para Duta Al-Azha yang akan bertugas di seluruh penjuru dunia untuk memberikan pencerahan kehidupan, yang menampilkan wajah Islam yang moderat dan mewujudkan perdamaian dunia.

Dalam sambutannya Prof Salamah Daud menyatakan, Al-Azhar mengajarkan kepada para mahasiswanya nilai-nilai dan pandangan Islam yang wasathy (moderat). Adapun Prof Duwaini meminta kepada para alumni Al-Azhar agar tetap dan terus berpegang teguh kepada nilai-nilai yang telah diajarkan oleh Al-Azhar.

Sementara itu, Ketua ASFA Foundation, Dr Haji Syafruddin menyatakan, pendirian ASFA Foundation terinspirasi dari Al-Azhar dalam mencetak dan melahirkan SDM unggulan, berhaluan wasatiyat Islam. Langkah itu untuk menjadi perekat umat dalam perdamaian dunia.

Haji Syafruddin menyampaikan ,ungkapan terima kasih dan apresiasi kepada Al-Azhar sebagai institusi atas jasa dan peranannya selama ini kepada bangsa Indonesia. "Para alumni Al-Azhar telah berhasil mengambil peran aktif dalam memajukan Indonesia di berbagai bidang," ujarnya dikutip di Jakarta, Selasa (30/10/2023)

Waketum DMI tersebut menyatakan, lebiih dari 10 abad Al-Azhar secara nyata terus mendidik dari generasi ke generasi dengan pandangan wasatiyah Islamnya, sehingga risalah Al-Azhar menyebar ke seluruh penjuru dunia. "Pandangan wasatiyah Islam yang dikembangkan Al-Azhar itu menjadi model dan rujukan dalam mewujudkan perdamaian dunia," kata Haji Syafruddin.

Eks wakil kepala Polri tersebut juga menyampaikan, Mesir merupakan pusat peradaban yang menerangi dunia. Keberadaan Al-Azhar di Mesir merupakan tonggak penting dalam menerangi dunia dengan cahaya keIslaman yang ramah dari timur hingga barat.  

Dia menambahkan, Al-Azhar telah mampu memproduksi para ulama dan pemimpin Islam dunia, dari rahim Al-Azhar lahir berbagai ulama dan pemimpin Islam di berbagai level. "Al-Azhar menjadi produsen terbesar kebutuhan sumber daya manusia selama lebih dari 10 abad," kata Haji Syafruddin.

Wakil Sekjen DMI yang juga merupakan Wakil Ketua Lazis ASFA, KH Anizar Masyhadi yang ikut hadir menyampaikan, pengalaman Al-Azhar yang mampu bertahan lebih dari 10 abad harus ditiru oleh lembaga pendidikan di Indonesia

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement