Jumat 27 Oct 2023 07:29 WIB

Menteri Saudi: Palestina, Tujuan Bersama yang Satukan Negara Islam dan Arab

Persoalan Palestina merupakan persoalan yang menjadi perhatian dunia global.

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Ani Nursalikah
Menteri Urusan Islam Arab Saudi Sheikh Abdullatif Al-Sheikh.
Foto: Saudi Gazette
Menteri Urusan Islam Arab Saudi Sheikh Abdullatif Al-Sheikh.

REPUBLIKA.CO.ID, MUSCAT -- Menteri Urusan Islam Arab Saudi, Sheikh Abdullatif Al-Sheikh, menegaskan kembali komitmen teguh Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) untuk mendukung rakyat Palestina. Hal ini ia sampaikan dalam pidatonya yang berkesan pada pertemuan ke-9 Menteri Urusan Islam dan Awqaf GCC.

Sejak awal berdiri, GCC disebut secara konsisten mendukung tujuan mereka. Organisasi ini dengan keras menolak kebijakan dan tindakan yang berlawanan terhadap mereka.

Baca Juga

Dalam kesempatan itu, Sheikh Abdullatif menggarisbawahi bahwa persoalan Palestina bukan hanya menjadi perhatian warga Palestina saja. Namun, ini merupakan persoalan yang menjadi perhatian dunia global.

“(Palestina merdeka) Ini adalah tujuan yang menyatukan negara-negara Islam dan Arab, melampaui batas-batas dan berdampak pada umat manusia secara keseluruhan," kata dia dikutip di Saudi Gazette, Jumat (27/10/2023).

Tidak hanya itu, Syekh Abdullatif juga menekankan pentingnya mengangkat masalah ini ke garis depan kesadaran kolektif dan diskusi keagamaan. Dalam pertemuan yang diadakan di Muscat, ia selanjutnya menekankan pentingnya meningkatkan kesadaran di kalangan generasi muda. Ia juga menekankan bahwa pendapat pribadi harus sejalan dengan posisi resmi pemerintah mereka.

Para pemimpin, yang diperlengkapi untuk menangani masalah-masalah kompleks ini, disampaikan harus memandu tindakan dan keputusan dari generasi muda mereka. Dengan membahas topik-topik yang telah disiapkan dalam pertemuan tersebut, perlindungan nilai-nilai agama, moral, serta keluarga di masyarakat GCC menjadi perhatian utama.

Di era kemajuan teknologi, dimana hambatan antar negara telah berkurang, Syekh Abdullatif menyoroti pentingnya melestarikan nilai-nilai tersebut di atas. Ia mengakui, ada kekuatan yang berupaya mengikis keyakinan agama dan landasan moral. Upaya ini dilakukan dengan menggunakan metode eksplisit dan implisit, untuk mendorong pemberontakan terhadap nilai-nilai luhur.

Menteri lantas menggarisbawahi tanggung jawab besar kementerian Islam dan urusan agama serta wakaf dalam menanamkan nilai-nilai, moral dan pemahaman mendalam tentang iman Islam di kalangan generasi muda.

Hal ini, kata dia, sangat penting dalam melawan tren global yang memisahkan individu dan masyarakat dari nilai-nilai inti mereka secara efektif. Pencapaian tujuan ini hanya dapat dicapai dalam kesatuan keluarga, yang menjadi landasan dalam membentuk generasi masa depan yang tangguh.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement