Ahad 22 Oct 2023 04:17 WIB

Milenial Bandung Ikuti Pelatihan Buat Konten Positif Tingkatkan Literasi Digital

Literasi digital akan tingkatkan kualitas konten.

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Erdy Nasrul
Ilustrasi literasi digital.
Foto: Dok. UNM
Ilustrasi literasi digital.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG---Komisi X DPR RI bekerja sama dengan Kementerian Pemuda Olahraga memberikan pelatihan membuat konten digital yang positif pada puluhan milenial Bandung, Sabtu (21/10/2023).

Menurut Anggota Komisi X dari fraksi PKS, Ledia Hanifah Amaliah, yang menjadi salah satu pembicara, kegiatan ini penting untuk mendorong supaya anak-anak ini bisa memiliki kemampuan tambahan. Jadi  bukan hanya yang dapat dari sekolah. Mereka pun, harus punya kemampuan literasi digitalnya.

Baca Juga

"Selain itu, bagaimana kecerdasan finansialnya mereka dan bagaimana mereka juga bisa memahami sebenarnya narasi-narasi untuk konten digital tuh yang baik seperti apa. Jadi nanti saat mengisi media sosial (medsos) tak cuma sekedar joget-joget terus selesai," ujar Ledia.

Jadi, kata dia, ada yang harus didorong dalam membuat konten digital yang positif. Bahkan, bisa produktif. 

"Nah pesan-pesan utamanya sebetulnya adalah  supaya mereka jadi anak muda yang produktif. Karena kan ini pesertanya antara umur 15 sampai 30 tahun," katanya.

Jadi, kata Ledia, mereka harus harus jadi milenial yang produktif supaya kemudian mereka bisa betul-betul menggali. Agar, mereka pun siap menjadi bonus demografi di Indonesia. Karena, sudah punya keterampilan yang banyak dan siap bersaing.

"Selama ini kan kayak gitu penggunaan Medsos malah kayak negatif dan mereka ada yang on terus atau malah bangga," katanya.

Ledia berharap, setelah mengikuti pelatihan ini nantinya narasi penggunaan Medsos jadi narasi yang positif. Jadi para milenial ini dilatih supaya mereka tidak memuat hal-hal yang negatif di Medsos-nya.

"Ini peserta milenial yang ikut capai 50 orang dari Bandung dan sekitarnya," katanya.

Selain itu, kata dia, kegiatan ini digelar karena saat reses berdialog dengan masyarakat, secara umum persoalan-persoalan yang muncul adalah pendidikan, kesehatan, lapangan pekerjaan.

"Nah tentu yang namanya lapangan pekerjaan dengan kondisi yang seperti sekarang ini kan banyak hal-hal yang baru, jenis pekerjaan baru jadk anak-anak ini harus kita siapkan untuk punya kemampuan selain literasi digital yang lebih baik juga keterampilan digitalnya yang baik," paparnya.

Karena, kata dia, nanti sebagian besar pekerjaan itu sudah digitalisasi maka mereka harus disiapkan dari sekarang. Agar nanti begitu lulus kuliah mereka sudah punya keterampilan. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement