Selasa 10 Oct 2023 12:39 WIB

MER-C Tegaskan Relawan Tetap Berada di Gaza

MER-C menyiapkan sejumlah dokter spesialis dikirim Palestina.

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Muhammad Hafil
MER-C menggelar konferensi pers terkait rencana mengirimkan tim bantuan ke Gaza, di Kantor Pusat MER-C, Senen, Jakarta Pusat, Selasa (10/10/2023).
Foto: Republika/ Zahrotul Oktaviani
MER-C menggelar konferensi pers terkait rencana mengirimkan tim bantuan ke Gaza, di Kantor Pusat MER-C, Senen, Jakarta Pusat, Selasa (10/10/2023).

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Pertempuran yang terjadi antara kelompok perjuangan Palestina, Hamas, dengan Israel kian memanas. Di tengah kondisi ini, lembaga medis kemanusiaan MER-C Indonesia menegaskan relawannya akan tetap berjaga di lokasi.

"Berdasarkan komunikasi dengan Kemenlu, diminta agar warga negara kita bisa keluar mengingat kondisi yang semakin kritis dan berbahaya. MER-C menegaskan relawan tetap stay di Gaza," ujar Ketua Presidium MER-C Indonesia Dr. Sarbini Abdul Murad, saat konferensi pers di Kantor Pusat MER-C, Senen, Jakarta Pusat, Selasa (10/10/2023).

Baca Juga

Relawan-relawan ini disebut merupakan wakil dari rakyat Indonesia. Mereka adalah mata dan mulut yang akan memberikan informasi dan perkembangan terbaru kondisi di lokasi.

"Kita minta mereka untuk stay, agar bisa membantu korban di Gaza. Dengan catatan, mereka mampu menjaga diri dan tidak melakukan hal-hal yang bisa mencelakakan mereka," lanjut dia.

 

Wisma Indonesia, yang menjadi tempat tinggal para relawan, disebut berada di dekat RS Indonesia ini. Jika kondisi semakin membahayakan, mereka diminta untuk tetap tinggal di RS, sekaligus menolong korban.

Sesuai dengan nama MER-C, yaitu lembaga bantuan medis di kondisi darurat, tiap relawan disebut telah diberi pembekalan yang memadai. Sarbini menegaskan mereka sudah tahu apa yang harus dilakukan.

Di sisi lain, relawan diperingatkan untuk tidak mendekati daerah perang, maupun ikut-ikutan dalam perang. Baik relawan maupun orang tua telah diberi tahu sejak awal, terkait kondisi di Gaza yang tidak normal.

"Saat ini, relawan Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Gaza berjumlah tiga orang. Mereka sejauh ini masih bertugas memberikan bantuan di RS Indonesia," ucap Dr. Sarbini.

Berdasarkan informasi terbaru yang dibagikan MER-C Indonesia di akun media sosialnya, disebutkan RS Indonesia telah menangani sedikitnya 66 korban yang meninggal dunia.

Tercatat pula ada 444 korban luka-luka yang dirawat di RS tersebut. Sementara, 93 orang lainnya masih mendapatkan perawatan intensif di fasilitas ini.

Di sisi lain, menurut data yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan Palestina jumlah korban jiwa akibat serangan Israel di seluruh Jalur Gaza mencapai angka yang mengejutkan. Dilaporkan sebanyak 493 orang tewas dan 2.751 lainnya mengalami luka-luka.

Melihat kondisi saat ini, MER-C Indonesia menilai perlu mengirimkan bantuan ke RS Indonesia di Gaza. Komunikasi terus dilakukan dengan Kementerian Luar Negeri, untuk membuka akses masuk dari Mesir.

"MER-C memandang perlu untuk mengirimkan tim bedah dan bantuan kemanusiaan ke Gaza, Palestina. Kami akan berkoordinasi dengan Kemenlu dan Pemerintah RI di kairo, agar memfasilitasi tim ke Gaza," kata Dr. Sarbini.

Tim yang berangkat ini disebut akan dipimpin oleh orang yang sangat berpengalaman dan sering ke Gaza, yaitu Dr Faried Thalib. Bukan hanya tim kemanusiaan dan kesehatan, tim ini juga berisi spesialis yang akan memantau persiapan proses pembangunan poli spesialis di samping RS Indonesia.  

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement