Kamis 05 Oct 2023 16:58 WIB

5 Rahasia di Era Mesir Kuno yang Bikin Melongo

Mesir kuno menyimpan banyak misteri yang unik.

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Erdy Nasrul
Kota kuno di Mesir yang diduga merupakan perkampungan Kristen.
Foto: Mariusz Gwiazda via al monitor
Kota kuno di Mesir yang diduga merupakan perkampungan Kristen.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Meski ribuan tahun telah berlalu, peradaban Mesir kuno terus menginspirasi dunia. Terutama karena banyak rahasianya yang masih belum diketahui oleh para ilmuwan dan peneliti.

Sebagian orang percaya arkeologi hanya berkaitan dengan studi terhadap teks-teks kuno dan rumah-rumah suci serta gambaran kehidupan masyarakat yang terukir dan tergambar di atasnya ribuan tahun yang lalu.

Baca Juga

Padahal, sebenarnya ilmu pengetahuan kala itu di Mesir kuno telah berkembang pesat dan mulai terungkap secara bertahap. Selama bertahun-tahun, negeri hieroglif itu telah memberikan banyak penelitian.

Namun, masih banyak yang harus dipelajari, terutama karena banyak rahasia yang masih terkubur di bawah pasir. Para arkeolog masih menggali lebih dalam untuk menemukan beberapa jawabannya.

Berikut ini pemaparan beberapa rahasia tentang sejarah Mesir kuno yang mungkin membuat sebagian orang zaman sekarang terheran-heran mengapa itu sudah ada di zaman tersebut.

1. Batu Rosetta

Batu ini berkontribusi pada penemuan peradaban Mesir kuno. Ini adalah artefak unik Mesir yang memecahkan kode hieroglif para Firaun, dan merupakan bukti terpenting penjajahan Barat di Mesir. Batu Rosetta mengungkap rahasia bahasa yang pernah hilang dan sekaligus membuka sejarah peradaban Mesir kuno.

Tentara Prancis menemukan batu itu pada tahun 1799, dan di dalamnya terdapat prasasti dalam tiga bahasa, yaitu hieroglif, Demotik, dan Yunani kuno. Tiga bahasa yang terukir di batu itu menguraikan hieroglif Mesir, yang misterinya telah bertahan selama berabad-abad.

Salah satu ilmuwan Prancis, Jean-François Champollion, memainkan peran penting dalam mengungkap rahasia batu tersebut. Melalui perbandingan ketiga teks tersebut, dia dengan cerdas menyadari bahwa hieroglif mewakili bunyi verbal dan simbol gambar.

 

Lihat halaman berikutnya >>>

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement