Selasa 13 Jun 2023 18:32 WIB

3 Potret Mesir Kuno dalam Film Ini Keliru, dari Mumi Hidup Sampai Kecantikan Cleopatra

Film-film kerap berikan gambaran salah tentang Mesir kuno

Rep: Umar Mukhtar / Red: Nashih Nashrullah
Ilustrasi Piramida Mesir. Film-film kerap berikan gambaran salah tentang Mesir kuno
Foto: EPA-EFE/MOHAMED HOSSAM
Ilustrasi Piramida Mesir. Film-film kerap berikan gambaran salah tentang Mesir kuno

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Film Cleopatra yang ditayangkan oleh Netflix memicu banyak kontroversi tentang warna kulit sang ratu, karena film tersebut menggambarkannya berkulit hitam. Namun bagaimana sebenarnya menurut catatan sejarah?

Secara umum, penampilan Cleopatra bukan satu-satunya kesalahpahaman yang disampaikan sinema kepada kita tentang orang Mesir kuno dan Mesir kuno. Ada sejumlah informasi palsu yang populer dan diyakini oleh banyak orang akibat film-film tentang Mesir kuno dan orang-orangnya.

Baca Juga

Setidaknya terdapat 3 kekeliruan tentang Mesir kuno dan orang-orang Mesir kuno sebagaimana yang digambarkan dalam banyak film. Berikut ini penjelasannya:

1. Piramida dibangun budak

Dalam film "The Ten Commandments" pada 1956, kita melihat orang-orang yang diperbudak mengangkut balok-balok batu untuk membangun piramida sambil dicambuk oleh tuannya. Sejarawan Yunani Herodotus percaya bahwa 100 ribu budak membangun Piramida Besar.

Gambarannya tentang pria, wanita, dan anak-anak yang bekerja keras dalam kondisi paling keras sangat populer di kalangan produser film modern seperti The Ten Commandments 1956.

Film tersebut menggambarkan orang-orang yang diperbudak mengangkut balok-balok batu untuk membangun piramida sambil dicambuk oleh tuannya. Namun sebetulnya ini tidak benar.

Bukti arkeologis menunjukkan bahwa orang-orang yang membangun Piramida sebenarnya memiliki tenaga kerja 5.000 karyawan tetap yang mendapatkan gaji, dan 20 ribu pekerja sementara.

Para pekerja ini adalah orang-orang bebas yang dipanggil berdasarkan sistem kerja paksa sementara untuk bekerja selama tiga atau empat bulan di lokasi konstruksi sebelum pulang ke rumah.

Mereka tinggal di kamp darurat di dekat piramida dan menerima upah berupa makanan, minuman, dan perawatan medis. Mereka yang meninggal saat bertugas dimakamkan di pemakaman terdekat.

Egyptologist Wojciech Esmond menambahkan kepada Business Insider bahwa orang Mesir kuno tidak berurusan satu sama lain dalam bentuk uang. Sebaliknya, kemungkinan Mesir membayar pajak mereka dalam bentuk layanan ketimbang uang. Artinya ada yang akan menyediakan biji-bijian atau produk, dan ada yang akan membangun piramida.

Baca juga: Mengapa Tuyul Bisa Leluasa Masuk Rumah? Ini Beberapa Penyebabnya

 

2. Cleopatra sangat cantik

Cleopatra VII, ratu terakhir Mesir kuno, memenangkan hati Julius Caesar dan Mark Anthony, dua orang terpenting, di Roma. Cleopatra digambarkan pasti cantik. Namun Egyptologist Wojciech Esmond berpandangan bahwa tidak ada bukti nyata untuk mendukung gagasan bahwa Cleopatra secantik apa yang digambarkan dalam film.

"Kami tidak punya alasan untuk percaya bahwa dia (Cleopatra) benar-benar cantik," kata Esmond. Meskipun, ada kemungkinan Cleopatra menawan dan cerdas. Menurut Esmond, legenda kecantikan Cleopatra bisa saja adalah bagian dari propaganda Rumania.

Dia menambahkan, "Orang-orang Romawi ingin menunjukkan dia sebagai femme fatale yang merayu warga Romawi yang baik dan menyeret mereka ke gaya hidup penuh nafsu dan bejat dari seorang tiran timur."

3. Mumi firaun bisa bangkit dari kematian

Meskipun mumi yang bangkit dari kematian didasarkan pada film horor, orang Mesir mungkin tidak berpikir ini akan terjadi dalam kehidupan nyata. "Secara simbolis, Fir'aun tidak pernah mati. Tapi jujur, itu simbolis saja. Faktanya, keyakinan itu memudar," kata Esmond.

Namun, orang Mesir percaya bahwa orang mati dapat mempengaruhi orang hidup. Misalnya, jika jenazah seseorang diperlakukan dengan buruk setelah kematian, atau dia tidak menerima penguburan atau hak penguburan yang layak, maka jenazah dapat menyebabkan kecelakaan atau banyak hal buruk terjadi pada anggota keluarganya.

 

Sumber: arabicpost 

 

 

 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement