Rabu 13 Sep 2023 12:38 WIB

Gelar Kongres Pertama, LESENSI Ingin Geliatkan Kembali Nasyid Sebagai Sarana Dakwah

Melalui Kongres kali ini diharapkan terjadi sinergi dan kolaborasi.

Salah satu grup nasyid unjuk kebolehan (ilustrasi).
Foto: Republika/Agung Fatma Putra
Salah satu grup nasyid unjuk kebolehan (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Sudah sekian lama tak berkibar, padahal sempat eksis, setidaknya pada sekitar awal tahun 2000-an. Itulah Nasyid, sebuah alunan seni tarik suara perorangan atau berkelompok dengan ciri khas nada keislaman Indonesia. Nadanya penuh impresif, meaningful dan menentramkan. Tampilannya pun selalu santun.

“Nasyid yang kini tampak pudar akan segera dihadirkan kembali dalam sebuah wadah (organisasi), bernama Lembaga Seni Nasyid Insani Indonesia (LESENSI)”, ujar Syafrudin Atasoge, Ketua Umum LESENSI dalam keterangan persnya.

Baca Juga

LESENSI telah didirikan pada 20 Juli 2023 dan untuk itu dinilai krusial untuk diselenggarakan kongres sebagai ikhtiar mengumandangkan kepada pulik secara luas. Kongres pertama ini akan diselenggarakan pada 14 – 16 September 2023, di Universitas As-Syafi`iyah Pondok Gede – Jakarta.

Kongres yang akan dihadiri lebih dari 100 perserta dari 16 perwakilan provinsi dan 10 perwakilanTim Nasyid dan jajaran pengurus pusat itu plus fasilitas hybrid bagi yang tidak sempat hadir – lanjut Syafrudin – akan mengambil LESENSI Sinergi untuk Indonesia. Bersamaan dengan kegiatan Kongres juga  akan dilaksanakan berbagai rangkaian acara antara lain Malam Ta'aruf dan Talk Show, Launching dan Pelantikan Pengurus Pimpinan Pusat LESENSI Periode 2023-2028.

“Pentingya kegiatan kongres kali ini adalah menjadikan LESENSI untuk menghidupkan kembali seni nasyid di Indonesia sesuai dengan visi-misi organisasi: Nasyid sebagai salah satu sarana dakwah dalam membangun masyarakat yang bertaqwa dan berbudaya demi mewujudkan pembangunan manusia Indonesia seutuhnya. Juga sebagai sarana berkumpul, berkomunikasi dan bersosialisasi bagi para Pelantun Nasyid (Munsyid) Pegiat Nasyid, Produser Nasyid, dan Pecinta Nasyid dan Masyarakat Umum secara luas”, papar Ketum Syafrudin Atasoge.

Tak kalah pentingnya acara Talk Show itu – lanjut Syaf – dengan tema “Napak Tilas Perkembangan Nasyid di Indonesia", menghadirkan sejumlah tokoh ulama, guru, musisi Islami, budayawan dan juga tokoh Masyarakat Lainnya antara lain Prof. Dr. H. Dailami Firdaus, SH., LL.M., MBA (Ketua Dewan Pembina LESENSI), KH. Cholil Nafis, Lc., PHd. (Ketua Majelis Ulama Indonesia),  Abdullah Wong (Budayawan), Dr. Rahmat Hidayatullah, S.S., M.A, (Akademisi), KH. Mohay Attaly, S.Pd., M.Pd. (Qori & Ustadz Nasional), H. Agus Idwar Jumhadi, S.Sos., M.Sos (Founder SNADA), Kang Harry BPM (Produser), Mohd Shahrul Faizi Zaini (Produser), Nazrey Johani (Founder RAIHAN), dan lain sebagainya.

Ia mengucapkan terimakasih kepada seluruh tokoh yang sudah membantu atas berdirinya LESENSI ini, terkhusus kepada Prof. Dr. Dailami Firdaus yg telah banyak membantu, memfasilitasi sehingga Kongres ini bisa berjalan dengan baik.

“Sebuah harapan, seni nasyid menjadi salah satu gerakan dakwah dalam menciptakan generasi yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT serta berwawasan keislaman dan keindonesiaan yang berpegang teguh pada prinsip aqidah dan ukhuwah demi terciptanya sistem ketahanan budaya nasional yang kuat. Juga memiliki  fungsi  membangun dan memperkokoh ukhuwah islamiah, mempromosikan dan mengembangkan seni nasyid di tingkat nasional dan internasional”, papar Syaf.

Menurutnya, gerakan dakwah melalui nasyid juga diharapkan bisa melawan arus globalisasi seni yang bertentangan dengan nilai islami dan budaya bangsa Indonesia. Karenanya, gerakan nasyid ini diharapkan bisa bersinergi dengan pemerintah dalam menciptakan kualitas sumber daya manusia Indonesia yang berakhlak mulia.

Sekedar catatan flash-back – papar Syaf lagi – LESENSI didirikan atas dasar kepedulian terhadap gerakan dakwah melalui seni nasyid yang belakangan ini telah memudar. Dengan semangat memajukan dan menghidupkan kembali seni nasyid di Indonesia itulah, maka dihadirkan sebuah wadah (organisasi) dengan struktur pengurus inti: Syafrudin Atasoge, S.Pd, M.Pd (Ketua Umum), Bandar Robi Attamimi (Sekretaris Jendral), Prof. Dr. H. Dailami Firdaus, SH., LL.M., MBA (Ketua Dewan Pembina), K.H Cholil Nafis (Ketua Dewan Penasehat), H. Mohay Attaly (Dewan Penasehat), H. Agus Idwar Jumhadi, S.Sos., M.Sos (Ketua Dewan Pakar). 

“Melalui Kongres kali ini diharapkan terjadi sinergi dan kolaborasi untuk menyempurnakan organisasi, menyempurnakan kepengurusan dan juga program kerja serta langkah-langkah strategis yang akan diambil dalam rangka memajukan organisasi mulai dari tingkat pusat hingga tingkat daerah provinsi kabupaten dan kotamadya di seluruh Indonesia”, pungkas Syafrudin Atasoge.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement