Ahad 10 Sep 2023 18:59 WIB

Terima Dubes Arab, Wapres Bahas Pengembangan Pendidikan Tinggi Keagamaan

Cendekiawan Muslim tak hanya dituntut paham ilmu agama tapi juga pendidikan umum.

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Friska Yolandha
Wakil Presiden KH Maruf Amin menerima Duta Besar Arab Saudi untuk Republik Indonesia Faisal bin Abdullah Al-Amudi di Kediaman Pribadi Wapres, Pondok Pesantren An-Nawawi Tanara (Penata), Serang, Banten, Ahad (10/09/2023).
Foto: Dok BPMI/Setwapres
Wakil Presiden KH Maruf Amin menerima Duta Besar Arab Saudi untuk Republik Indonesia Faisal bin Abdullah Al-Amudi di Kediaman Pribadi Wapres, Pondok Pesantren An-Nawawi Tanara (Penata), Serang, Banten, Ahad (10/09/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin menerima Duta Besar Arab Saudi untuk Republik Indonesia Faisal bin Abdullah Al-Amudi di Kediaman Pribadi Wapres, Pondok Pesantren An-Nawawi Tanara (Penata), Serang, Banten, Ahad (10/09/2023). Pertemuan tersebut membahas tentang rencana kerja sama pengembangan sektor pendidikan, yakni  Sekolah Tinggi Ilmu Fiqih Syekh Nawawi Tanara (STIF Syentra) menjadi Universitas An-Nawawi Al-Bantani.

Kiai Ma'ruf menyampaikan, dalam menghadapi tantangan global, cendekiawan Muslim dituntut tidak hanya mampu mengusai ilmu agama, tetapi juga ilmu-ilmu umum lainnya. Karena itu, hal ini juga hal yang mendorong STIF Syentra  berekspansi menjadi universitas yang nantinya akan memiliki 6 fakultas, yaitu Fakultas Hukum dan Syariah, Fakultas Pertanian, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Ilmu Kesehatan, dan Fakultas Sains dan Teknologi.

Baca Juga

“Nantinya akan kami kembangkan menjadi Universitas Syekh Nawawi Al-Bantani. Lokasinya dekat sekali dari sini,” ujar Kiai Ma'ruf dalam keterangan yang dibagikan Sekretariat Wapres, Ahad (10/9/2023).

Rencana kerja sama pengembangan pendidikan ini, telah dibahas sebelumnya ketika Dubes Faisal menemui Wapres di Kediaman Resmi Wapres, Jl. Diponegoro No.2, Jakarta Pusat, Senin (28/08/2023) lalu. Kiai Ma'ruf menyampaikan, asal nama STIF tersebut, diambil dari nama ulama besar Indonesia yang lahir di Tanara, yaitu almarhum Syekh Nawawi Al-Bantani.

Kemudian, lanjut Kiai Ma'ruf, Syekh Nawawi melanjutkan pendidikan, dan mengajar di  di Makkah. Ia wafat di Makkah dan dikebumikan di Pemakaman Al-Ma’la, Makkah.

Wapres menambahkan, Syekh Nawawi juga mengarang berbagai judul kitab, tidak hanya di Arab Saudi tetapi juga di Indonesia, yang berjumlah sekitar 100 kitab dengan menggunakan Bahasa Arab, seperti Fiqih, Aqidah, Tafsir. Ia juga melahirkan tokoh-tokoh muslim pendiri organisasi Islam di Indonesia.

“Banyak murid-muridnya  antara lain Pendiri Nahdlatul Ulama Syekh Hasyim Asyari, Pendiri Muhammadiyyah Syekh Ahmad Dahlan, Pendiri Tarbiyah Islamiyah Syekh Usman Ar-Rusli, dan masih banyak lagi,” ujarnya.

Dari sejarah tersebut, Wapres menekankan, ada kedekatan tersendiri antara Tanara, tempat dilahirkannya Syekh Nawawi dengan Arab Saudi.

Sementara itu, Dubes Faisal mengungkapkan keinginannya kepada Wapres untuk mengunjungi dan menjalin kerjasama dengan Pesantren An-Nawawi Tanara. Ia menekankan, apa yang disampaikan dalam pertemuan tersebut akan menjadi perhatian Pemerintah Arab Saudi.

Usai pertemuan, keduanya juga melakukan peninjauan ke area yang akan dibangun Universitas Syekh Nawawi Al-Bantani, yang lokasinya berada sekitar 800 meter dari Pesantren An-Nawawi Tanara. dengan luas area sekitar 10 hektare dan lahan yang akan dibangun sekitar 6 hektare

“Dan Saya telah berjanji di hadapan Yang Mulia Wakil Presiden untuk mengunjungi lokasi ini, dan hari ini saya mengunjungi janji saya,” ujar Dubes Faisal.

Dalam keterangan persnya usai pertemuan, Dubes Faisal juga mengungkapkan pertemuannya dengan Wapres membahas upaya peningkatan kemitraan kedua negara ini.

"Saya sampaikan juga ke Bapak Yang Mulia Wakil Presiden hubungan antara Arab Saudi dan Indonesia terus sampai ke level yang sangat strategis di semua sektor. Di semua lini. Ekonomi, investasi, budaya,  politik dan lain-lainnya dari sektor yang beragam," ujarnya.

Faisal menyampaikan kerja sama Indonesia dan Arab Saudi akan terus ditingkatkan. Karena itu, Pemerintah Arab Saudi akan memberi perhatian penuh terhadap agenda kerja sama kedua negara demi memperkuat hubungan bilateral.

"Semoga semua ini akan berada di bawah payung  majelis koordinasi ataupun forum koordinasi antarkedua negara," pungkasnya.

 

Fauziah Mursid

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement