Senin 04 Sep 2023 18:44 WIB

Pesan Rasulullah SAW Berikut Ingatkan Kita Koreksi Salah Kita Dulu Sebelum Orang Lain

Koreksi diri terlebih dahulu sebelum mengoreksi kesalahan orang lain

Rep: Umar Mukhtar / Red: Nashih Nashrullah
Bersalaman.  (ilustrasi), Koreksi diri terlebih dahulu sebelum mengoreksi kesalahan orang lain
Foto: Republika/Aditya Pradana Putra
Bersalaman. (ilustrasi), Koreksi diri terlebih dahulu sebelum mengoreksi kesalahan orang lain

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Salah satu akhlak yang patut dicontoh dari sosok Nabi Muhammad SAW adalah tidak menyibukkan diri dengan dosa atau kesalahan atau aib orang lain.

Nabi SAW pun telah mengingatkan, kebanyakan orang sering kali terlalu sibuk memikirkan kesalahan orang lain tetapi mengabaikan kesalahan dirinya sendiri. Dalam hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda:

Baca Juga

 يُبصِرُ أحدُكم القَذاةَ في عَينِ أَخيه ، و يَنْسَى الجِذْعَ أو الجِدْلَ في عَينِه مُعتَرِضًا "Seorang di antara kalian bisa (dengan jelas) melihat noda kecil di mata saudaranya, tetapi lupa batang pohon yang ada di matanya sendiri." (HR Ibnu Hibban)

Sibuk dengan kesalahan orang lain adalah salah satu penyakit sosial yang menyebar di antara banyak orang. Dia hanya melihat kesalahan atau aib orang lain, meski kesalahan tersebut kecil. Sedangkan dia sendiri tidak melihat aib dirinya sendiri, meskipun besar dan terlihat oleh semua orang dengan mata. 

Pada akhirnya dia pun menjadi sibuk dengan kesalahan orang lain, dan melupakan kesalahannya sendiri. Jika seseorang menyibukkan diri dengan dosa dan kesalahan orang lain, niscaya hal ini tidak akan membuatnya melakukan perbaikan diri.

Dosanya juga akan bertambah banyak, dan susa baginya untuk bertaubat serta tidak akan memiliki kesempatan untuk menyalahkan dirinya sendiri karena yang terjadi malah selalu menyalahkan orang lain. 

Baca juga: Kecemburuan Hafshah, Putri Umar Bin Khattab yang Memicu Turunnya Ayat Alquran

Karena itu, dalam kondisi demikian, apa yang harus dilakukan? Salah satu cara ampuh untuk mengatasi penyakit sosial ini adalah jika ingin menyebutkan kesalahan orang lain, maka sebutkanlah kesalahan diri sendiri terlebih dulu. Rasulullah SAW bersabda:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ((يا معشرَ مَن آمَنَ بلسانه ولم يدخُلِ الإيمان قلبه، لا تغتابوا المسلمين، ولا تتبعوا عوراتهم؛ فإنه من تتبع عورة أخيه المسلم، تتبع الله عورته، ومن تتبع الله عورته، يفضحه ولو في جوف بيته))؛ [صحيح].

"Wahai orang-orang yang beriman sebatas dengan lisannya tetapi iman belum masuk kedalam hatinya, janganlah kalian mengghibahi kaum Muslimin, dan janganlah pula mencari-cari aib mereka, sesungguhnya siapa yang mencari-cari aib saudaranya sesama muslim maka Allah akan mencari-cari  kesalahannya, dan barangsiapa yang Allah mencari-cari kesalahannya maka  Allah akan mempermalukannya meskipun dia berada di dalam rumahnya." (HR Ahmad)

Sumber: alukah   

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنْ كُنْتُمْ فِيْ رَيْبٍ مِّنَ الْبَعْثِ فَاِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ تُرَابٍ ثُمَّ مِنْ نُّطْفَةٍ ثُمَّ مِنْ عَلَقَةٍ ثُمَّ مِنْ مُّضْغَةٍ مُّخَلَّقَةٍ وَّغَيْرِ مُخَلَّقَةٍ لِّنُبَيِّنَ لَكُمْۗ وَنُقِرُّ فِى الْاَرْحَامِ مَا نَشَاۤءُ اِلٰٓى اَجَلٍ مُّسَمًّى ثُمَّ نُخْرِجُكُمْ طِفْلًا ثُمَّ لِتَبْلُغُوْٓا اَشُدَّكُمْۚ وَمِنْكُمْ مَّنْ يُّتَوَفّٰى وَمِنْكُمْ مَّنْ يُّرَدُّ اِلٰٓى اَرْذَلِ الْعُمُرِ لِكَيْلَا يَعْلَمَ مِنْۢ بَعْدِ عِلْمٍ شَيْـًٔاۗ وَتَرَى الْاَرْضَ هَامِدَةً فَاِذَآ اَنْزَلْنَا عَلَيْهَا الْمَاۤءَ اهْتَزَّتْ وَرَبَتْ وَاَنْۢبَتَتْ مِنْ كُلِّ زَوْجٍۢ بَهِيْجٍ
Wahai manusia! Jika kamu meragukan (hari) kebangkitan, maka sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu; dan Kami tetapkan dalam rahim menurut kehendak Kami sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampai kepada usia dewasa, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (ada pula) di antara kamu yang dikembalikan sampai usia sangat tua (pikun), sehingga dia tidak mengetahui lagi sesuatu yang telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air (hujan) di atasnya, hiduplah bumi itu dan menjadi subur dan menumbuhkan berbagai jenis pasangan (tetumbuhan) yang indah.

(QS. Al-Hajj ayat 5)

Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement