Kamis 31 Aug 2023 14:42 WIB

Iran Bubarkan Komite Angkat Besi Buntut Atletnya Salaman dengan Zionis Israel   

Iran berlakukan kebijakan ketat dan keras sikapi keberadaan zionis Israel

Rep: Mabruroh/ Red: Nashih Nashrullah
Ilustrasi bendera Iran. Iran berlakukan kebijakan ketat dan keras sikapi keberadaan zionis Israel
Foto: AP/Jin-Man Lee
Ilustrasi bendera Iran. Iran berlakukan kebijakan ketat dan keras sikapi keberadaan zionis Israel

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN — Iran telah melarang olah raga angkat besi seumur hidup dan membubarkan komite olah raga setelah atlet itu menyapa rekan Israel di podium.

Mostafa Rajaei, seorang angkat besi veteran, menempati posisi kedua dalam kategorinya di Kejuaraan Angkat Besi Master Dunia 2023 di Polandia dan berdiri di podium dengan bendera Iran melilitnya pada Sabtu. Di atas tangga podium berdiri Maksim Svirsky dari Israel, yang finis ketiga.

Baca Juga

Kedua atlet berjabat tangan dan berfoto bersama, yang menyebabkan Federasi Angkat Besi Iran melarang Rajaei dari semua olah raga seumur hidup karena apa yang disebutnya pelanggaran yang tidak dapat dimaafkan. 

"Posisi federasi selaras dengan posisi pendirian suci Republik Islam Iran," katanya, menambahkan bahwa Rajaei telah dilarang memasuki semua fasilitas olah raga selama sisa hidupnya. 

 

Hamid Salehinia, yang mengepalai tim angkat besi, juga dicopot dari jabatannya, dan federasi mengatakan sebuah komite yang dibentuk untuk mewakili angkat besi veteran juga telah dibubarkan. 

“Selain meminta maaf kepada pemimpin revolusi, keluarga para martir dan semua orang Iran, saya berjanji kami pasti tidak akan pernah menyaksikan insiden seperti ini dalam keluarga angkat besi," kata kepala federasi Sajad Anoushiravani dalam sebuah pernyataan dilansir dari Aljazirah, Kamis (31/8/2023). 

Lebih dari 1.000 atlet dari 47 negara berpartisipasi dalam kejuaraan angkat besi di Krakow, menurut penyelenggara.

Iran tidak mengakui Israel sebagai sebuah negara dan secara tegas melarang kontak apa pun antara atlet Iran dan Israel. 

Baca juga: 2 Buah Surga yang Ada di Dunia dan Diabadikan Alquran, Atasi Asam Urat Hingga Kanker

Selama bertahun-tahun, atlet Iran telah menolak untuk berhadapan dengan orang Israel dalam kompetisi dan berkali-kali telah didiskualifikasi dari turnamen atau telah keluar dari kompetisi dengan alasan medis. 

Negara itu juga menghadapi kritik dan beberapa larangan atas penolakannya untuk mengizinkan atletnya bersaing dengan orang Israel. 

Badan pemerintahan dunia Judo pada 2021 memberlakukan penangguhan empat tahun pada Iran atas masalah ini.

Sejumlah atlet Iran telah membelot karena tekanan dari pihak berwenang. Di antara mereka adalah Alireza Firouzja, seorang keajaiban catur yang meninggalkan Iran setelah federasi olah raga melarangnya bermain di kejuaraan dunia 2019 karena kekhawatiran bahwa dia bisa menghadapi lawan Israel. Firouzja sekarang bermain di bawah bendera Prancis.

 

Sumber: Aljazirah   

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement