Selasa 29 Aug 2023 18:04 WIB

Sekolah Ditutup Usai Guru Minta Murid Hindu Tampar Siswa Muslim Viral

Insiden penamparan itu memicu gelombang kemarahan di media sosial.

Rep: Ratna Ajeng Tejomukti/ Red: Ani Nursalikah
Siswa yang mengenakan masker wajah sebagai tindakan pencegahan terhadap virus corona, menghadiri kelas saat sekolah dibuka kembali setelah ditutup selama berbulan-bulan karena pandemi COVID-19 di Ahmedabad, India, Senin, 11 Januari 2021. Negara bagian Gujarat telah membuka kembali sekolah hanya untuk kelas 10 dan 12.
Foto: AP/Ajit Solanki
Siswa yang mengenakan masker wajah sebagai tindakan pencegahan terhadap virus corona, menghadiri kelas saat sekolah dibuka kembali setelah ditutup selama berbulan-bulan karena pandemi COVID-19 di Ahmedabad, India, Senin, 11 Januari 2021. Negara bagian Gujarat telah membuka kembali sekolah hanya untuk kelas 10 dan 12.

REPUBLIKA.CO.ID, UTTAR PRADESH -- Sekolah di India ditutup setelah viral seorang guru yang mengusir dan meminta murid Hindu menampar seorang murid muslim. 

Dilansir di Eastern Eye, Senin (28/8/2023), keluarga siswa muslim tersebut mengklaim bahwa dia menjadi sasaran kekerasan fisik karena membuat kesalahan dalam tabel perkaliannya

Baca Juga

 

Pihak berwenang di negara bagian Uttar Pradesh di India telah mengambil langkah untuk menutup sebuah sekolah swasta tersebut. Sekolah Umum Neha di desa Khubbapur ditutup oleh pejabat yang menyatakan sekolah tersebut tidak memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh departemen pendidikan.

Para siswa dari sekolah yang sekarang ditutup akan dipindahkan ke sekolah yang dikelola pemerintah atau lembaga pendidikan terdekat. Guru yang dimaksud, Tripta Tyagi menyatakan tidak menyesal atas tindakannya. Insiden yang terjadi di sebuah sekolah swasta kecil di distrik Muzaffarnagar, terekam dalam video dan dengan cepat menjadi viral di platform media sosial.

Dalam video tersebut, Tyagi terdengar menginstruksikan murid-muridnya untuk menampar bocah tujuh tahun itu sambil berdiri sambil menangis. Dia terus membimbing anak-anak untuk membuat dia semakin tidak nyaman.

Video tersebut memicu gelombang kemarahan di media sosial, menyebabkan banyak pengguna menuntut agar tindakan yang tepat diambil terhadap guru yang terlibat. Polisi setempat mendaftarkan kasus terhadap Tyagi namun, dia belum ditangkap karena tuduhan tersebut dianggap sebagai pelanggaran yang dapat ditebus.

Ayah korban melaporkan kejadian tersebut ke polisi dan kemudian mengeluarkan anaknya dari sekolah, meski dia memilih tidak mengajukan tuntutan. Petugas pendidikan Shubham Shukla meyakinkan masyarakat bahwa pihak berwenang secara aktif menyelidiki insiden tersebut.

 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement