Kamis 24 Aug 2023 13:16 WIB

Kata Mamah Dedeh Soal Bayi Tertukar

Kasus bayi tertukar bukan sebuah kesengajaan.

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Muhammad Hafil
 Kata Mamah Dedeh soal Bayi Tertukar.  Foto: Mamah Dedeh.
Foto: Republika
Kata Mamah Dedeh soal Bayi Tertukar. Foto: Mamah Dedeh.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Sebuah kasus bayi tertukar muncul di Bogor. Saat ini, dua orang tua dan dua bayi yang diduga tertukar tengah menanti hasil pemeriksaan tes DNA.

Terkait kasus ini, Mamah Dedeh menyebut tertukar bukanlah sebuah kesengajaan karena beda dengan ditukar. Dalam merawat anak yang saat ini ada dalam gendongan, meski bukan anak kandung, tetap harus dilakukan dengan sepenuh hati dan kasih sayang.

Baca Juga

"Terlepas dari itu, apa pun yang terjadi, bayi ini tidak tahu apa-apa. OranG tua juga tidak tahu apa-apa. Sebelum jelas ketahuan mana anak dan orang tuanya, (bayi) ini wajib dirawat dengan baik, karena itu amanat dari Allah SWT," ujar dia saat dihubungi Republika.co.id, Kamis (24/8/2023).

Ia pun menyebut ketika orang tua tahu bahwa bayinya ditukar, maka langkah pertama adalah datang ke tempat sang ibu melahirkan. Di lokasi tersebut pasti ada catatan dan arsipnya, siapa yang bertugas, berapa perawat dan bidan yang ada.

Jika hal ini sudah jelas dan dikonfirmasi, bisa ditanyakan apakah ada yang menukar bayinya. Orang-orang yang ada dan bertugas pada hari itu disebut wajib memberikan pertanggungjawabannya.

"Setahu Mamah, bayi itu dari lahir sudah dikasih tanda dengan gelang. Artinya, kalau tertukar, ada yang menukar data dan bayi tadi. Maka wajib dikonfirmasikan," kata dia.

Ustazah kondang Indonesia dengan nama asli Dede Rosidah ini lantas menyebut, ketika orang tua yang menduga bayinya tertukar lalu menjadi malas atau ogah-ogahan merawatnya, hal ini adalah dosa. Ia berarti tidak menerima takdir yang sudah ditetapkan oleh Allah SWT.

Ketika hasil pemeriksaan dan tes DNA sudah keluar, lalu jelas terbukti sang bayi tertukar, pihak rumah sakit maupun pihak berwajib harus mengembalikan atau menukar bayinya dengan yang asli.

Namun, selama menunggu proses ini orang tua wajib menerima takdir yang ada, karena ini bukan keinginan manusia kita dan sudah diizinkan oleh Allah SWT.

Ia pun mengutip QS at-Taghabun ayat 11. Dalam surat tersebut disampaikan, "Tidak ada sesuatu musibah yang menimpa (seseorang), kecuali dengan izin Allah; dan barang siapa beriman kepada Allah, niscaya Allah akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu."

"Jadi, kata Allah, hadapi dengan iman. Rukun iman keenam adalah percaya dgn qada dan qadarnya Allah SWT," kata pendakwah kelahiran tahun 1951 ini.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement