Senin 07 Aug 2023 14:36 WIB

Di Forum ASEAN, Jokowi Sebut Orang Indonesia Paling Percaya Tuhan Tertinggi di Dunia

Jokowi Yakin Semangat Keagamaan Masyarakat ASEAN Meningkat.

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Muhammad Hafil
 Di Forum ASEAN, Jokowi Sebut Orang Indonesia Paling Percaya Tuhan Tertinggi di Dunia. Foto: Presiden Jokowi saat menyampaikan pidato di KTT ASEAN ke-38.
Foto: Lukas - Biro Pers Sekretariat Presiden
Di Forum ASEAN, Jokowi Sebut Orang Indonesia Paling Percaya Tuhan Tertinggi di Dunia. Foto: Presiden Jokowi saat menyampaikan pidato di KTT ASEAN ke-38.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) meyakini masyarakat ASEAN memiliki semangat keagamaan yang semakin meningkat dibandingkan kawasan lainnya. Ia pun mencontohkan Indonesia di mana masyarakatnya paling percaya Tuhan.

Hal ini disampaikan Jokowi saat meresmikan pembukaan ASEAN Intercultural and Interreligious Dialogue Conference 2023 di Jakarta, Senin (7/8/2023).

Baca Juga

"Saya yakin masyarakat ASEAN justru memiliki semangat keagamaan yang semakin meningkat. Indonesia misalnya, adalah negara yang masyarakatnya paling percaya Tuhan dan angkanya tertinggi di dunia," kata Jokowi.

Menurut survei Pew Research Center, 96 persen responden di Indonesia meyakini bahwa moral yang baik ditentukan kepercayaan kepada Tuhan. Jokowi menilai, sejumlah negara ASEAN, di antaranya Indonesia telah berhasil mempertahankan tradisi toleransi yang kuat di tengah keberagaman budaya dan agama.

 

Indonesia, kata dia, mampu terus menjaga kerukunan dan mengelola keragaman etnisitas, suku, budaya, agama dan kepercayaan. Karena itu, Jokowi pun yakin masyarakat ASEAN mampu menjadi katalisator perdamaian dunia dan mampu menjadi caring and sharing community.

"Bukan hanya menjadi epicentrum of growth tapi juga menjadi epicentrum of harmony yang menjaga stabilitas kawasan dan perdamaian dunia," ujar dia.

Jokowi juga yakin para peserta yang hadir dalam acara ini juga memiliki komitmen yang sama bahwa ASEAN harus menjadi teladan toleransi dan persatuan serta harus menjadi jangkar perdamaian dunia. Ia pun menyambut baik peran konstruktif para pemimpin agama dan budaya di ASEAN.

"Melalui prakarsa strategis Pengurus Besar Nahdlatul Ulama bersama Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia dalam menggelar konferensi ASEAN dialog antar budaya dan antar agama tahun 2023, saya harapkan forum ini akan menghadirkan saling pengertian yang semakin meluas, bisa menjadi fondasi yang kokoh dalam membangun ASEAN sebagai epicentrum of growth, epicentrum of harmony" ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement