Senin 31 Jul 2023 13:44 WIB

753 Mahasiswa Muhammadiyah se-Indonesia KKN di Babel

KKN berlangsung selama 40 hari di lima kabupaten di Provinsi Kepulauan Babel.

Sebanyak 753 mahasiswa dari 43 Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah se-Indonesia mengikuti Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah Aisyiyah (KKN MAs). (ilustrasi).
Foto: wikipedia
Sebanyak 753 mahasiswa dari 43 Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah se-Indonesia mengikuti Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah Aisyiyah (KKN MAs). (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, PANGKALPINANG -- Sebanyak 753 mahasiswa dari 43 perguruan tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah se-Indonesia mengikuti Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah Aisyiyah (KKN MAs) yang berlangsung selama 40 hari di lima kabupaten di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

"Alhamdulillah hari ini kita secara resmi melakukan pelepasan KKN MAs yang diikuti 753 mahasiswa dari 43 perguruan tinggi Muhammadiyah Aisyiyah (PTMA)," kata Rektor Universitas Muhammadiyah (UnMuh) Bangka Belitung Fadillah Sabri di Pangkalpinang, Senin (31/7/2023).

Baca Juga

Ia mengatakan, 753 mahasiswa ini akan disebar ke lima kabupaten se-Babel, tiga kabupaten di Pulau Bangka, yakni Kabupaten Bangka Selatan 199 orang, Bangka Barat 202 orang, dan Bangka Tengah 200 orang, sedangkan di Pulau Belitung di Kabupaten Belitung 81 orang dan Belitung Timur 71 orang.

Dari 753 mahasiswa tersebut, 50 mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Jumlah ini merupakan jumlah PTMA terbanyak mengirimkan mahasiswa KKN MAs 2023 di Babel. "KKN MAs ini sudah kita persiapkan sejak satu tahun yang lalu sehingga alhamdulillah bisa dimeriahkan oleh anak-anak bangsa yang sudah berkarya dan berprestasi dan mendapat penghargaan di tingkat nasional," katanya.

Ia mengajak masyarakat agar menjadi tuan rumah yang baik dalam menyambut para mahasiswa KKN MAs karena moto yang ditetapkan Unmuh Babel, yakni "Dari Babel untuk Indonesia". "Mari kita jadi tuan rumah yang baik karena yang kita harapkan adalah kedatangan mahasiswa yang akan membuat masyarakat tersenyum dan saat berpisah masyarakat akan menangis. Ini mengartikan bahwa masyarakat kota benar-benar menerima kehadiran mahasiswa-mahasiswa ini," katanya.

Ia berharap, para mahasiswa dapat menjaga kesehatan dan menjaga marwah dari perguruan tinggi masing-masing sekaligus marwah Muhammadiyah dan Aisyiyah di manapun berada. "Berbuatlah sebaik-baiknya untuk masyarakat, jangan pernah mengeluh agar tidak ada kesulitan di lapangan, saya yakin kalian mahasiswa tangguh dan sanggup melaksanakan program yang mulia ini hingga selesai. Semakin menderita kita akan semakin hebat karena itu cara Tuhan melatih kita menjadi bijaksana," katanya.

Dengan mengusung tema "Penguatan eduecoutourism berbasis teknologi untuk mendukung konservasi lingkungan di Bumi Serumpun Sebalai (sebutan untuk Babel)" diharapkan para mahasiswa KKN MAs mampu mengangkat berbagai isu lingkungan hidup agar dapat mendukung program penghijauan dari pemerintah daerah.

"Dari tema ini kita berupaya mendukung semua program penghijauan yang dibuat oleh pemerintah. KKN MAs melatih kita menjadi seorang pemimpin bagaimana kita beradaptasi dengan kawan-kawan dari seluruh Indonesia yang berbeda karakter," ujar Fadillah.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement