Selasa 11 Jul 2023 18:49 WIB

Rencana Kumpul LGBT, Tokoh Buddha: Kita tak Membenarkan Perilaku Penyimpangan Itu

Orang LGBT tak harus dimusuhi, tapi dibersamai agar sembuh.

Rep: Andrian Saputra/ Red: Erdy Nasrul
Simbol LGBT (ilustrasi).
Foto: Republika
Simbol LGBT (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Tokoh agama Buddha, Suhadi Sandjaja, menanggapi tentang rencana aktivitas LGBT se-ASEAN yang akan menggelar kumpul bareng di Jakarta pada 17-21 Juli 2023. Acara tersebut digawangi oleh Kaukus SOGIE ASEAN sebuah organisasi di bawah Dewan Ekonomi dan Sosial Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sejak 2021, bersama Arus Pelangi dan Forum Asia.

Menurut Suhadi dalam ajaran Buddha LGBT adalah perilaku tidak normal dan menyimpang. Meski begitu menurutnya orang-orang pelaku LGBT tidak harus dimusuhi, melainkan diperlakukan sebagai manusia dengan membantunya untuk sembuh. 

Baca Juga

"Kita tidak membenarkan perilaku penyimpangan seperti itu, karena itu juga kan termasuk penyimpangan, kita tidak mentolerir penyimpangan itu, tapi kita tidak juga memusuhi. Mereka kan juga sesama umat manusia. Kita harus bantu sehingga mereka bisa sembuh," kata Suhadi kepada Republika,co.id pada Selasa (11/07/2023).

Suhadi mengatakan tentang rencana acara komunitas LGBT di Jakarta, menurutnya hal tersebut tergantung pada kebijakan pemerintah apakah akan memberi izin atau tidak. 

"Ini kita kembalikan kepada kebijakan pemerintah sendiri kaitannya dengan ini," katanya. 

Menurutnya dalam konsep agama Buddha segala sesuatu di alam semesta telah diciptakan berpasangan, begitu pun lelaki berpasangan dengan perempuan. Maka dari itu, menurut Suhadi, para pelaku LGBT sejatinya mengalami kesulitan yang perlu dibantu. Adalah ajaran Buddha juga diajarkan untuk hidup sejalan dengan hukum kewajaran atau hukum yang berlaku di masyarakat tersebut. 

"Pada kondisi seperti ini mereka (LGBT) harus diberi perlindungan, tetapi mereka juga harus ditegur, diingatkan , dibantu, nanti kita bantu untuk penyembuhannya," katanya.

Sebelumnya netizen dihebohkan dengan adanya informasi akan adanya kegiatan kumpul bareng aktivis LGBT di Jakarta pada 17-21 Juli 2023 di Jakarta. Acara tersebut diorganisasi oleh Kaukus SOGIE ASEAN. 'Apakah kalian aktivis queer yang berbasis di Malaysia, Thailand, Laos, Singapura, dan negara lain di Asia Tenggara? Mari bergabung bersama kami dalam ASEAN Queer Advocacy Week (AAW) Juli ini,'' kata ASEAN SOGIE Caucus dalam pengumuman di Instagram , @aseansoegicaucus dikutip Republika.co.id di Jakarta, Senin (10/7/2023).

Pertemuan bertajuk ASEAN Queer Advocacy Week (AAW) merupakan tempat berkumpulnya para aktivis LGBTQ Asia Tenggara untuk saling terhubung serta memperkuat advokasi satu sama lain. Panitia acara ini tidak menyebutkan lokasi tepatnya acara ini. Namun, mereka telah memberikan informasi apa saja kegiatan yang dilakukan selama lima hari. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement