Senin 03 Jul 2023 13:55 WIB

Buntut Pembakaran Alquran, Arab Saudi Panggil Duta Besar Swedia

Arab Saudi minta Swedia menghentikantindakan bertentangan dengan nilai toleransi.

Rep: Mabruroh/ Red: Ani Nursalikah
Demonstran menginjak bendera tiruan Swedia saat  demo terhadap pembakaran salinan Alquran di Swedia, di Karachi, Pakistan, Ahad (2/7/2023).
Foto: EPA/ SHAHZAIB AKBER
Demonstran menginjak bendera tiruan Swedia saat demo terhadap pembakaran salinan Alquran di Swedia, di Karachi, Pakistan, Ahad (2/7/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH -- Arab Saudi telah memanggil duta besar Swedia atas aksi pembakaran Alquran di luar sebuah masjid di Stockholm. Pembakaran kitab suci umat Islam itu telah menyebabkan kemarahan internasional dan reaksi diplomatik.

Dilansir dari Al Arabiya pada Senin (3/7/2023), Kerajaan pada Rabu mengeluarkan pernyataan yang mengecam seorang ekstremis yang membakar dan menginjak Alquran di luar Masjid Stockholm setelah sholat Idul Adha.

Baca Juga

"Kementerian Luar Negeri memanggil Duta Besar Kerajaan Swedia, dan memberitahu dia tentang penolakan kategoris Kerajaan Arab Saudi atas tindakan tercela yang dilakukan oleh seorang ekstremis yang membakar salinan Alquran," kata Arab Saudi dalam sebuah pernyataan.

“Kementerian menyerukan kepada pemerintah Swedia untuk menghentikan semua tindakan yang secara langsung bertentangan dengan upaya internasional untuk menyebarkan nilai-nilai toleransi, moderasi, dan penolakan ekstremisme, serta merusak rasa saling menghormati yang diperlukan untuk hubungan antara masyarakat dan negara,” katanya.

 

Beberapa negara Muslim, termasuk Irak, Kuwait, dan Uni Emirat Arab memanggil duta besar Swedia setelah warga Irak Salwan Momika membakar Alquran di Swedia.

Momika melakukan aksinya dengan izin dari pihak berwenang untuk mengadakan protes, tetapi pihak berwenang mengatakan penyelidikan sedang dilakukan atas hasutannya terhadap kelompok etnis. Pemerintah Swedia mengutuk perilakunya pada Ahad, menyebutnya Islamofobia.

Yuk gabung diskusi sepak bola di sini ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement