Selasa 30 May 2023 05:59 WIB

Tahukah Anda Jika Muslim dan Unta Berperan Penting dalam Berdirinya Australia?

Pembangunan Australia modern tak lepas dari peran Muslim dan unta

Rep: Umar Mukhtar / Red: Nashih Nashrullah
Sebuah sudut di Kota Melbourne, Australia. Pembangunan Australia modern tak lepas dari peran Muslim dan unta
Foto:

Selama kekeringan parah yang melanda Australia bagian timur dari 1895 hingga 1902, orang-orang Ghan memainkan peran utama dalam menyelamatkan masyarakat kulit putih dari kematian. Mereka memberikan pertolongan dengan membawakan perbekalan dari daerah terpencil. 

Dalam buku "The Muslim Beauties of Australia", penulis Anna Kenny berkata, "Orang-orang ini memberikan kontribusi budaya dan ekonomi yang penting bagi masyarakat Australia, meskipun mereka tidak cukup diakui oleh komponen utama masyarakat ini."

Nyatanya, orang-orang Ghan itu menghadapi rasisme dan fitnah. Mereka tidak diizinkan tinggal bersama orang kulit putih di kota sehingga harus tinggal terpisah dari penduduk kulit putih. Ada yang tinggal di kamp unta sementara, dan ada yang di rumah seng yang bobrok.

Pada 1882, dua penggembala unta Afghanistan, Abdul Qadir dan Mulla Asim Khan, memutuskan untuk membangun masjid pertama di Australia. Masjid ini dibangun sederhana yang terbuat dari lumpur dan kayu. Lambat laun masjid dikembangkan dan berdiri sampai kemudian dihancurkan pada tahun 1956. Namun, pada 2003, keturunan Ghan Muslim di Australia membangunnya kembali.

Pada 1898, ada 300 Muslim di sebuah kota bernama "Coalgardie". Para Muslim ini menyediakan layanan mengangkut perbekalan ke tambang emas. Saat itu unta sangat diperlukan di Australia Barat, tempat tambang itu tersebar. Unta yang dipimpin oleh "Ghans" itu membawa makanan, air, dan alat-alat untuk mencari emas, serta persediaan lain.

Baca juga: 7 Daftar Kontroversi Panji Gumilang Pimpinan Al Zaytun yang tak Pernah Tersentuh

 

Namun, penambang emas dari kalangan orang kulit putih melihat orang-orang Ghans ini sebagai tenaga kerja murah dan persaingan yang tidak diinginkan.

Para Ghans pun dicitrakan buruk di media dan dituding telah melakukan berbagai kejahatan. Misalnya menyebut mereka memonopoli sumur air dan mencuci pakaian dan mandi di sumur.

Karena tudingan tersebut, pemerintah kolonial Australia pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20 mengeluarkan undang-undang diskriminatif terhadap orang-orang Ghans. 

Tujuannya mencegah mereka memperoleh kewarganegaraan dan memastikan pengusiran mereka dari Australia.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement
Advertisement