Kamis 04 May 2023 20:36 WIB

Kedekatan Raja Charles dengan Islam Tuai Pujian

Raja Charles memiliki hubungan dekat dengan ulama Inggris almarhum Syekh Zaki Badawi.

Rep: Andrian Saputra/ Red: Ani Nursalikah
Pangeran (saat itu) Charles bersama istrinya Camilla mengunjungi Masjid Shaikh Zayed di Uni Emirat Arab pada 2016. Kedekatan Raja Charles dengan Islam Tuai Pujian
Foto: Abdul Rahman/Gulf News
Pangeran (saat itu) Charles bersama istrinya Camilla mengunjungi Masjid Shaikh Zayed di Uni Emirat Arab pada 2016. Kedekatan Raja Charles dengan Islam Tuai Pujian

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Pendekatan Raja Charles III yang seimbang terhadap agama-agama dunia termasuk Islam mendapat pujian dari Kareem Ahmed, cucu salah seorang pemimpin Muslim paling terkemuka di Inggris, yakni almarhum Syekh Zaki Badawi.

Syekh Zaki Badawi adalah juru bicara terkemuka untuk isu-isu Muslim di Inggris. Dia juga menjalin persahabatan dengan Raja Charles III.

Baca Juga

"Charles mengubah kakek saya dari seorang republikan yang solid menjadi pendukung raja konstitusional saat ini," kata cucunya, Kareem Ahmed seperti dilansir The National, Kamis (4/05/2023).

Ahmed memaparkan Syekh Zaki adalah ulama pembela minoritas. Ulama kelahiran Mesir itu dikenal kerap menyuarakan Islam moderat dan menganjurkan integrasi Muslim ke dalam masyarakat Inggris.

 

"Dia tidak tertarik pada kerajaan, dia adalah pembela minoritas yang terkepung," kata Ahmed.

Namun, pertemuan Syekh Zaki Badawi dengan Raja Charles membuatnya mendukung sistem Inggris dari sebuah gereja yang mapan, yang dipimpin oleh raja. “Baik monarki maupun gereja yang didirikan membela minoritas, sedangkan pembubaran akan menyebabkan persaingan bebas dan meningkatkan bahaya, menurut kakek saya,” kata Ahmed, yang merupakan pegawai negeri dan pekerja bantuan yang saat ini tinggal di Washington.

Raja Charles bertemu Syekh Zaki Badawi setelah dia mendirikan Muslim College di London untuk melatih para pemimpin agama di Inggris. Minat bersama mereka dalam agama segera berkembang menjadi persahabatan, seperti yang dikatakan raja sendiri secara terbuka.

“Mereka berdua terlibat dalam dialog antaragama dan bekerja menuju toleransi yang lebih besar,” kata Ahmed, yang sering melihat kakeknya berbicara di masjid dan House of Lords.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement