Selasa 25 Apr 2023 00:01 WIB

Qatar: Israel Caplok Palestina, Barat Harus Hentikan Dukungan Terhadap Israel

Masalah Palestina bukan Hamas, tapi Israel yang mengabaikan kemanusiaan. 

A P Seorang Palestina melemparkan batu ke pasukan Israel saat bentrokan setelah protes terhadap pemukim Israel yang berunjuk rasa di dekat pos ilegal Avitar, dekat desa Beita di Tepi Barat, Senin (10/4/2023). Dua puluh lima warga Palestina terluka dalam bentrokan tersebut, kata kementerian kesehatan Palestina. alestinian hurls stones at Israeli troops during clashes after a protest against Israeli settlers rallying near the illegal outpost of Avitar, near the West Bank village of Beita, 10 April 2023. Twenty-five Palestinians were wounded during the clashes, the Palestinian health ministry said. The clashes followed a rally near Avitar outpost which was attended by Israeli far-right supporters, Israeli Ministers and Knesset members attended
Foto: EPA-EFE/ALAA BADARNEH
A P Seorang Palestina melemparkan batu ke pasukan Israel saat bentrokan setelah protes terhadap pemukim Israel yang berunjuk rasa di dekat pos ilegal Avitar, dekat desa Beita di Tepi Barat, Senin (10/4/2023). Dua puluh lima warga Palestina terluka dalam bentrokan tersebut, kata kementerian kesehatan Palestina. alestinian hurls stones at Israeli troops during clashes after a protest against Israeli settlers rallying near the illegal outpost of Avitar, near the West Bank village of Beita, 10 April 2023. Twenty-five Palestinians were wounded during the clashes, the Palestinian health ministry said. The clashes followed a rally near Avitar outpost which was attended by Israeli far-right supporters, Israeli Ministers and Knesset members attended

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kementerian Luar Negeri Qatar memberikan pernyataan tegas seputar permasalahan Palestina dan Israel yang tak kunjung berkesudahan. Negeri yang belum lama ini menjadi tuan rumah PIala Dunia itu menegaskan, permasalahan tersebut adalah hal yang sangat mengancam keberlangsungan kemanusiaan di dunia.

“Negara-negara Barat harus menghentikan dukungan yang tak kondisional, berupa moral, keuangan, dan politik, terhadap Israel,” tegas Asisten Menteri Luar Negeri Qatar Lolwah Al Khater kepada Sky News belum lama ini.

Baca Juga

Dia menegaskan masalah di Palestina bukan Hamas. Yang menyebut Hamas sebagai masalah adalah mereka yang mereduksi permasalahan Palestina dengan pengaruh Israel yang berkepentingan mencaplok wilayah Palestina.

Pandangan reduksionistik berupa masalah Palestina disebabkan Hamas sungguh melukai dan merendahkan perjuangan Palestina yang berhak untuk merdeka seperti banyak negara di dunia yang kini menikmati kemajuan dan keberadaban.

Al Khater menjelaskan, Israel menjajah Palestina sejak 1948. Sedangkan Hamas baru muncul pada 1980-an. Artinya, ada puluhan tahun masa sebelum kemunculan Hamas yang dimanfaatkan Israel menghabisi dan mencaplok wilayah Palestina.

Al-Khater dengan tegas menyatakan yang melakukan kejahatan perang adalah pihak Israel, bukan Palestina. Dia menekankan, permasalahan kejahatan perang dalam hal ini, bukan antara dua negara, tapi satu negara dengan kekuatan nuklir plus personel militer yang dikategorikan kuat di dunia, yaitu Israel.

Sementara itu, nasib warga Palestina, sejak Israel mencaplok wilayah mereka, hidup di tanah kelahirannya dengan status tak bernegara. Hidup dalam penderitaan yang berkepanjangan.

Samantha (si penyiar Sky News), kata al-Khater yang menunjukkan foto lusinan anak, ini adalah foto anak-anak Palestina yang wafat dizalimi Israel. Bahkan korban kebiadaban Israel bukan hanya dari sisi warga Palestina, aktivis Amerika Rachel Corrie, juga dibunuh dengan keji oleh militer Israel pada 2003. 

Pernyataan itu disampaikan al-Khater setelah pemerintahan Qatar membantu pemulihan dan pembangunan Gaza dengan dana sebesar 500 juta Dolar AS. Gaza merupakan kawasan yang menjadi basis pergerakan Hamas.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement