Ahad 23 Apr 2023 21:36 WIB

Pemerintah Harus Segera Evakuasi WNI di Sudan Sebelum Suasananya Semakin Genting

Indonesia harus berperan Aktif Waujudkan Perdamaian Sudah

Orang-orang berjalan melewati toko-toko yang tutup di Khartoum, Sudan, Selasa, 18 April 2023. Ibu kota Sudan yang diperangi telah terbangun pada hari keempat pertempuran sengit antara tentara dan kekuatan saingan yang kuat untuk menguasai negara. Serangan udara dan penembakan diintensifkan pada hari Senin di beberapa bagian Khartoum dan kota tetangga Omdurman.
Foto: AP Photo/Marwan Ali
Orang-orang berjalan melewati toko-toko yang tutup di Khartoum, Sudan, Selasa, 18 April 2023. Ibu kota Sudan yang diperangi telah terbangun pada hari keempat pertempuran sengit antara tentara dan kekuatan saingan yang kuat untuk menguasai negara. Serangan udara dan penembakan diintensifkan pada hari Senin di beberapa bagian Khartoum dan kota tetangga Omdurman.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Senator DPD sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Krapyak Dr Hilmy Muhammad MA (Gus Hilmy), mendesak pemerintah Indonesia segera berperan aktif menyelesaikan konflik di Sudan. Apalagi WNI di Sudah cukup banyak sehingga nasibnya tak boleh terabaikan.

"Menteri Luar Negeri Retno Marsudi segera saja berperan aktif dalam upaya mewujudkan perdamaian di negara yang berada di jantung benua Afrika itu. Selain segera lakukan diplomasi, segera juga kirim bantuan kemanusiaan ke sana,'' kataGus Hilmy yang juga alumni Khartoum International Institute for Arabic Language, Sudan tersebut pada Ahad sore (23/04/2023).

 

Selain itu, lanjutnya, karena warga negara Indonesia di Sudan cukup banyak, maka pemerintah perlu mengupayakan sesegera mungkin proses evakuasi. "Sambil mengevakuasi, kita juga bisa mengirimkan bantuan kemanusiaan. Kami berharap pemerintah tidak menunggu suasana semakin genting dan korban bertambah,” kata Gus Hilmy.

Menurut Gus Hilmy, potensi Indonesia untuk ikut dalam perundingan di Sudan sangat besar mengingat dalam beberapa waktu terakhir, Presiden Joko Widodo melakukan kerja-kerja diplomasi dengan sangat baik, seperti upaya perdamaian Ukraina - Rusia dan R-20. Terlebih lagi, Indonesia memiliki hubungan diplomatik dengan pemerintah Sudan, terutama dalam bidang pendidikan.

“Kami optimis kalau suara kita akan didengar. KIta punya sudah punya track record yang baik dalam upaya diplomasi. Dan yang tidak boleh dilupakan adalah kita punya beberapa kerja sama yang ditandatangani tahun lalu, di antaranya dalam bidang politik, ekonomi, sains, dan utamanya pendidikan. Ditambah lagi terkait salurah diplomasinya, bisa lewat PBB atau lewat OKI, yang baik Indonesia maupun Sudan sama-sama menjadi anggotanya,” kata Gus Hilmy optimis.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement