Ahad 16 Apr 2023 10:57 WIB

Ini Dia Tanda-Tanda Malam Lailatul Qadar

Beribadah di malam lailatul qadar sama dengan beribadah selama seribu bulan

Rep: Muhyiddin/ Red: Erdy Nasrul
Ilustrasi itikaf memburu lailatul qadar.
Foto: Republika/Thoudy Badai
Ilustrasi itikaf memburu lailatul qadar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Setiap Ramadhan, ada suatu malam yang memiliki keutamaan dan keistimewaan dibandingkan dengan malam-malam lainnya, yaitu malam Lailatul Qadar. Karena itu, pada bulan suci ini umat Islam berlomba-lomba untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan meraih rahmat maghfiroh serta ampunan dari-Nya.

Lalu apa saja tanda-tanda malam Lailatul Qadar?

Baca Juga

Dikutip dari buku Strategi Jitu Meraih Malam Lailatul Qadar karya Candra Nila Murti Dewojati, berikut pendapat yang telah dirangkum tentang tanda-tanda malam Lailatul Qadar:

1. Seluruh malaikat turun ke bumi pada malam tersebut sampai datangnya waktu Subuh yang dipimpin oleh Malaikat Jibril. Hal ini adalah peristiwa gaib yang tidak bisa ditangkap oleh manusia biasa pada umumnya.

2. Mempunyai arti bahwa keselamatan turun menyelimuti hamba-hamba Allah SWT yang taat pada-Nya sampai waktu Fajar. Mereka turun dengan membawa kebaikan, keberkahan, juga ketenangan luar biasa dibanding pada malam-malam lainnya.

3. Malam itu langit tampak cerah tidak berawan, suasana terlihat terang benderang, seolah-olah bulan menyinari bintang-bintang, angin bertiup tenang, suhu udara sedang, tidak panas dan tidak dingin. 

"Matahari terbit esok harinya seperti mangkuk putih cermelang, tiada noda dan bintik sedikit pun, sinarnya tidak membakar. Para ulama ada yang menjelaskan rahasia mengapa cuacanya jadi seperti itu, hal ini dikarenakan betapa banyaknya malaikat yang turun ke bum dan menjelang subuh mereka bergegas naik kembali ke langit, maka bentangan sayap-sayap mereka atau cahaya terang mereka menutupi sinar matahari." (Shahih Muslim bi-Syarh An-Nawawi, 8/65, Ikmalul Mu'alim Syarh Shahih Muslim, 4/148, AT Mufhim 'ala Maa Asykala min Shahih Muslim, 2/391, dan Faidhul Qadir Syarh Jami' Shaghir, 5/396).

4. Ada yang menceritakan bahwa matahari biasanya terbit di antara dua tanduk setan. Tetapi, pada hari sesaat setelah Lailatul Qadar, setan tidak kuasa menemani terbitnya matahari. Hal ini terlihat dari hadist Rasulullah SAW, diriwayatkan oleh Amru bin Abasah As-Sulami ra.

"Wahai Nabiyullah! Beritahukan kepadaku apa yang Allah ajarkan kepadamu dan aku tidak mengetahuinya. Ajarkan pula shalat kepadaku!" Maka beliau SAW bersabda, "Lakukanlah shalat Subuh! Lalu janganlah melakukan shalat sampai matahari terbit hingga naik meninggi. Karena pada waktu terbit, matahari terbit di antara dua tanduk setan, dan pada saat itulah orang-orang kafir bersujud kepada matahari...." (HR Muslim no. 832)

5. Meski disebutkan malam yang cerah saat Lailatul Qadar, ada pula yang menyebutkan malam harinya turun hujan deras sehingga tanah becek dan berlumpur. Hal ini terlihat dari hadits dari Abu Sai'id Al-Khudri ra, Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya ditunjukkan kepadaku (dalam mimpiku) bahwa lailatul qadar terjadi pada malam yang ganjil dan kenakan paginya aku sujud di atas lumpur dan air." 

Pagi itu beliau berada pada malam ke-21 Ramadhan. Beliau berdiri melakukan sholat Subuh, tiba-tiba langit menurunkan hujan, sehingga masjid terkena curahan hujan. Aku bisa melihat lumpur dan air. Selesai sholat Subuh aku melihat lumpur dan air menempel pada batang hidung beliau SAW. Rupanya malam Lailatu Qadar (tahun itu) terjadi pada tanggal ke-21 dari 10 malam terakhir bulan Ramadhan.

6. Adapula yang menyatakan didatangi Lailatul Qadar dalam mimpinya. Seperti ungkapan Rasulullah dan sahabat.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement