Ahad 02 Apr 2023 15:27 WIB

Total Zakat Muslim Inggris Diprediksi akan Tembus Rp 2,4 Triliun Lebih Selama Ramadhan

Animo Muslim Inggris bayarkan zakat mereka sangat besar selama Ramadhan

Rep: Mabruroh/ Red: Nashih Nashrullah
Lampu merayakan festival Ramadhan Muslim ditampilkan di West End London, Inggris (23/3/2023). Lampu Ramadan pertama di London telah dipasang di Piccadilly Circus yang menampilkan 30.000 lampu ramah lingkungan. Inisiatif ini dipimpin oleh organisasi nirlaba Ramadan Lights UK. Area West End akan menyala selama bulan Ramadan.
Foto: EPA-EFE/NEIL HALL
Lampu merayakan festival Ramadhan Muslim ditampilkan di West End London, Inggris (23/3/2023). Lampu Ramadan pertama di London telah dipasang di Piccadilly Circus yang menampilkan 30.000 lampu ramah lingkungan. Inisiatif ini dipimpin oleh organisasi nirlaba Ramadan Lights UK. Area West End akan menyala selama bulan Ramadan.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON — Muslim Inggris mendonasikan lebih dari 160 juta dolar (Rp 2,4 triliun) untuk zakat selama Ramadhan. Bahkan diperkirakan jumlahnya lebih besar lagi karena beberapa memberikannya langsung kepada sanak keluarga dan saudara mereka yang membutuhkan.

“Ini hanya perkiraan, karena beberapa Muslim memilih untuk mengirim uang zakat mereka ke luar negeri atau memberikannya kepada keluarga,” kata Forum Amal Muslim, dilansir dari The National, Jumat (31/3/2023).  

Baca Juga

Warga London, Alaa Hamdy salah seorang Muslim yang mendonasikan amalnya melalui badan amal Inggris mengatakan, memilih mendonasikan melalui badan amal untuk diberikan kepada para pencari suaka. Menurutnya, mereka orang yang paling membutuhkan bantuan di Inggris.

“Saya menemukan ini lebih meyakinkan dan lebih cepat untuk mengirimkan uang zakat saya. Saya juga ingin dapat mengirim uang ke negara lain, segera, tetapi untuk saat ini, ini akan dikirim ke yang lebih dekat ke rumah,” kata dia.

 

Seorang kreator digital dari Stanford, Mariam Ibrahim mengatakan bahwa ini bukan hanya soal uang baginya. Dia menjadi sukarelawan dalam kelompok pramuka lokal dan mengajar anak-anak tentang Ramadhan. 

“Muslim adalah minoritas di tempat saya tinggal. Kami membuat kegiatan untuk generasi kedua dan ketiga yang mungkin belum banyak tahu tentang Islam,” ujar Ibrahim. 

“Kegiatannya bersifat budaya dan sosial, mulai dari permainan hingga kegiatan kelompok dan berkemah. Idenya adalah untuk mengajari mereka apa yang perlu mereka ketahui tentang Islam, puasa, sholat dan rukun Islam lainnya,” jelasnya.  

Ibrahim juga memberikan uang untuk amal dan membantu mengumpulkan uang tunai untuk berbagai tujuan setiap tahun. 

Tahun ini, fokusnya adalah Malawi di mana badai tropis baru-baru ini menyebabkan lebih dari 200 orang tewas dan ratusan ribu orang mengungsi. 

Seorang warga London yang saat ini berada di Mesir, Amr Zaki, mengatakan hidup bisa menjadi sulit bagi umat Islam yang tinggal di Inggris.

Sedangkan Muslim di Mesir sangat bersahabat dan akan saling mendukung. “Keluarga dan tetangga akan selalu ada untuk membantu jika mereka bisa,” katanya. 

“Hidup sangat sulit ketika Anda berada di luar negeri dan saya yakin orang-orang ini lebih membutuhkan bantuan daripada mereka yang dikelilingi oleh keluarga mereka,” kata Zaki. 

National Zakat Foundation, sebuah badan amal yang berspesialisasi dalam membantu Muslim Inggris, melaporkan bahwa komunitas tersebut memiliki sejarah memberi untuk mendukung mereka yang membutuhkan di luar negeri. 

Baca juga: Ottoman Bantu Irlandia Negeri Non-Muslim yang Dilanda Kelaparan dan Begini Balas Budinya

Kepala Eksekutif NZF, Sohail Hanif, mengatakan semakin banyak Muslim Inggris yang sadar akan meningkatnya permintaan dalam komunitas mereka sendiri, yang mengakibatkan peningkatan donasi pada tahun lalu. 

“Survei Sensus Muslim baru-baru ini menunjukkan bahwa sepertiga Muslim yang tinggal di Inggris telah melewatkan waktu makan dan satu dari lima telah menggunakan bank makanan dalam satu tahun terakhir,” katanya. 

NZF menerima permohonan bantuan setiap 40 menit. Dalam 30 hari terakhir saja, kami telah menerima lebih dari 5.000 permohonan bantuan, tetapi hanya dapat mendukung lebih dari 2.000. 

Meskipun demikian, masih ada keengganan di antara beberapa orang untuk meminta bantuan, dan NZF bertujuan untuk mempromosikan pesan bahwa mencari bantuan tidak boleh menjadi sumber rasa malu.  

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement