Jumat 31 Mar 2023 15:24 WIB

Seorang Pria 73 Tahun Diserang Usai Sholat Isya di Masjid Birmingham

Korban dirawat di rumah sakit karena mengalami patah tangan dan luka di wajah.

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Ani Nursalikah
Seorang Pria 73 Tahun Diserang Usai Sholat Isya di Masjid Birmingham
Foto: Wikipedia
Seorang Pria 73 Tahun Diserang Usai Sholat Isya di Masjid Birmingham

REPUBLIKA.CO.ID, BIRMINGHAM -- Seorang pria Muslim mendapat serangan dari tiga pria setelah melaksanakan sholat Isya di sebuah masjid di Birmingham. Serangan itu terjadi ketika ia sedang berjalan pulang menuju rumahnya.

Korban yang berusia 73 tahun itu dilaporkan ditendang dari arah belakang di York Road, di area Kings Heath, sekitar pukul 23.00 waktu setempat pada Rabu (29/3/2023).

Baca Juga

Polisi West Midlands mengatakan pria tersebut jatuh selama serangan itu dan kepalanya terbentur papan pajangan. Korban pun hingga saat ini masih berada di rumah sakit.

Dilansir di BBC, Jumat (31/3/2023), pihak berwajib juga menyebut tidak ada bukti yang menunjukkan serangan itu terkait dengan insiden baru-baru ini, di dekat masjid di Edgbaston dan Ealing, London barat. Penyerang tersebut diidentifikasi keluar dari kendaraan hitam yang diparkir di jalan.

Setelah melakukan aksinya, pelaku lantas melarikan diri. Korban disebut masih berada di rumah sakit dengan kondisi tangan patah dan luka di wajahnya. Polisi menambahkan motif serangan itu masih tidak jelas.

"Ini adalah serangan yang mengerikan terhadap masyarakat yang sedang menuju rumah," ujar perwakilan dari kepolisian Sersan Chris Gallon.

Pihaknya disebut akan mengambil pernyataan lengkap dari korban. Mereka juga sudah menugaskan petugas di daerah tersebut untuk memulihkan CCTV di lokasi dan melakukan penyelidikan dari rumah ke rumah.

"Kami bekerja keras mengidentifikasi para penyerang dan mobil yang mereka tumpangi," lanjut dia.

Para tersangka digambarkan sebagai dua pria kulit putih dan satu pria kulit hitam. Semuanya berusia antara 18 dan 30 tahun dan mengenakan pakaian olahraga. Petugas tambahan telah disiapkan dan tetap berada di tempat kejadian, di dalam dan sekitar York Road untuk memberi keamanan bagi publik.

Pemilik bisnis lokal Junaid Hussain menggambarkan bagaimana dia membantu korban tak lama setelah serangan itu. Dia menemukannya di lantai, tidak sadarkan diri, dan mengeluarkan banyak darah dari kepala.

"Saya memberinya air dan dia sadar," kata pemilik usaha makanan itu.

Relawan sekarang bekerja dengan Masjid King's Heath, di dekat Station Road, untuk mendampingi jamaah tanpa pendamping berjalan pulang. Dalam sebuah pernyataan, Masjid Green Lane kota itu mengatakan terkejut dengan serangan terhadap warga yang sudah lanjut usia.

Shirin Housee, yang telah tinggal di daerah itu selama 26 tahun, mengatakan serangan terhadap pria itu cukup menakutkan. "Kami sangat multikultural, multiras, multi-agama di daerah ini dan mendengar berita buruk seperti itu sangat mengerikan," katanya.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement