Jumat 31 Mar 2023 06:01 WIB

Masjid Lautze 2 Jadi Rujukan Warga Asing Non-Muslim Bertanya tentang Islam

Banyak warga asing non muslim menjadi mualaf di Masjid Lautze 2.

Rep: FAUZI ridwan/ Red: Muhammad Hafil
Umat muslim mendengarkan tausiyah sebelum melaksanakan Salat Jumat di Masjid Lautze 2, Bandung, Jawa Barat, Jumat (8/4/2022).
Foto: ANTARA/Raisan Al Farisi
Umat muslim mendengarkan tausiyah sebelum melaksanakan Salat Jumat di Masjid Lautze 2, Bandung, Jawa Barat, Jumat (8/4/2022).

REPUBLIKA.CO.ID,BANDUNG-- Masjid Lautze 2 yang berada di Jalan Tamblong, Kota Bandung menjadi salah satu tempat rujukan bagi warga asing non muslim bertanya tentang agama Islam. Bahkan dari mereka akhirnya bersyahadat memeluk agama Islam dan menjadi mualaf.

Pembina Masjid Lautze Hernawan Mahfudz mengatakan banyak warga asing non muslim yang datang ke Masjid Lautze 2 untuk mengetahui lebih jauh tentang Islam. Tidak hanya itu, mereka pun banyak membicarakan tentang kehidupan dan lainnya.

Baca Juga

"Lautze ini bukan hanya muslim tapi ada non muslim yang datang ngobrol sharing soal Islam, kehidupan dan macam-macam," ujarnya belum lama ini.

Mereka yang datang ke Masjid Lautze, ia mengatakan datang dari berbagai negara seperti Belanda, Taiwan, Tiongkok dan Belanda. Termasuk dari negara Kanada, Australia.

 

Hernawan mengatakan kedatangan para warga asing non muslim menanyakan tentang Islam ke Masjid Lautze merupakan takdir. Namun, lebih jauh dari itu mereka menganggap bahwa masjid memiliki keunikan.

"Banyak non muslim, ada dari Perancis mau datang. Taiwan, Tiongkok dan Belanda, dari Kanada, Australia bahkan ada yang nikah dengan jamaah," ungkapnya.

Setelah menjadi mualaf, ia mengatakan pengurus masjid Lautze melakukan pembinaan seperti tata cara beribadah, membaca Alquran dan lainnya. Para mualaf didorong agar semangat mendalami Islam.

"Kita posisi sederhana saja yang penting satu ibadah semampu dia, seperti apa baca Alquran. Ketika gak bisa baca, baca artinya saja dulu," katanya.

Ia mengajak para mualaf untuk memahami bahwa agama itu merupakan way of life menata hidup. Oleh karena itu, jangan sampai salah memilih guru, dan tempat belajar.

"Di Bandung Insya Allah (jadi rujukan mualaf)," katanya.

Selama bulan puasa Ramadhan, ia mengatakan kegiatan yang dilakukan yaitu takjil dan iftar bersama. Pembinaan mualaf, pendalaman Alquran dan sholat tarawih bersama.

"Tidak ada (yang berbeda) hanya ditingkatkan dari segi jumlah, volume ditingkatkan," katanya.

 

Yuk gabung diskusi sepak bola di sini ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement