Senin 20 Mar 2023 15:18 WIB

Kemenag-Lazis Kirim Puluhan Dai ke Daerah 3T

Lazis Asfa memberdayakan dai dan membangun daerah 3T

Lazis Asfa mengirikan dai ke daerah pedalaman
Foto: Lazis Asfa
Lazis Asfa mengirikan dai ke daerah pedalaman

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ditjen Bimas Islam Kemenag RI bekerjasama dengan Lazis Assalam Fil Alamin (ASFA) mengirimkan 50 Da'i dan Ustadz ke daerah 3T (Terdepan, Terluar dan Tertinggal) di 5 Propinsi; NTT, Sulsel, Kalbar, Jabar dan Banten.

Hadir pada acara pelepasan di Jakarta (20/3), Dirjen Bimas Islam Prof. Dr. Kamaruddin Amin, Direktur Penais Dr. Ahmad Zayadi, pejabat kemenag, beberapa Kakanwil dan Kakanmenag daerah. 

Baca Juga

Hadir pula Pengawas Yayasan ASFA Irjen Pol (Purn) Mas Guntur Laupe, Wakil Ketua Lazis ASFA KH. Anizar Masyhadi, Bendahara Pangeran Arsyad dan pengurus Lazis ASFA lainnya.

Dihadapan para dai yang akan berangkat ke daerah 3T, Mantan Kapolda Sulawesi Selatan Irjen (Purn) Mas Guntur Laupe menjelaskan, bahwa Indonesia adalah negara berpenduduk mayoritas muslim, yang luas wilayahnya terdiri dari ribuan pulau, kemajemukan Indonesia harus dijadikan sebagai kesyukuran.

Mas Guntur menambahkan, banyak negara dengan tingkat kemajemukannya yang tinggi, namun gagal dalam menjaga kehidupan sosial masyarakat dan keagamaannya tetap harmoni.

"Indonesia, alhamdulillah, masyarakatnya hidup damai, saling menghargai dan menghormati, ini semua berkat pemahaman Islam yang rahmatan lil alamin dan memahami betul Pancasila sebagai dasar negara", tegasnya.

Mas Guntur Laupe berharap, di tahun yang akan datang, pengiriman dai ke daerah 3T dapat diperbanyak dan diperluas lagi cakupan daerah-daerahnya, mas Guntur juga berharap adanya kolaborasi dan sinergi yang kuat antara lembaga-lembaga zakat lainnya dengan Kementerian Agama RI.

Prof Kamaruddin Amin dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Lazis ASFA, yang banyak membantu program-program Kemenag. 

"Ramadhan ini, Lazis ASFA adalah yang pertama dan satu-satunya yang ikut bekerjasama dengan Kemenag, insya Allah tahun depan banyak Lazis-lazis lain yang akan bergabung, sehingga diharapkan tahun depan bisa mengirimkan dai ke daerah 3T minimal 500 orang", tegas Dirjen Bimas Islam.

Prof Kamaruddin menitik beratkan agar dahwah dilakukan dengan cara yang baik dan hikmah, penuh dengan nilai-nilai keIslaman yang moderat dan cinta tanai air.

Sementara itu, KH. Anizar kepada media menjelaskan bahwa dengan luasan Indonesia dari sabang sampai merauke, diperlukan dai dan ustadz tangguh, yang mau mengajarkan Islam sampai ke pelosok dan di surau-surai kecil.

Wakil Lazis ASFA tersebut menambahkan bahwa mengajarkan kebaikan adalah bagian dari tugas kenabian, para ulama adalah pewaris nabi, pewaris dalam arti sifat kenabian yang terus mengajak kepada kebaikan, mengajarkan kebenaran.

"Bangsa Indonesia akan memasuki tahun tahun bonus demografi, dimana jumlah anak muda akan lebih banyak dibanding usia orang tua, semua eleman bangsa harus saling bersinergi untuk menyiapkan generasi anak muda, menuju Indonesia emas 2045, melalui percepatan kaderisasi, menyiapkan SDM yang unggul, melalui program-program beasiswa yang diberikan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement