Selasa 07 Mar 2023 16:55 WIB

Respons Politisi PAS, PM Anwar: Hormati Larangan Politisi Beri Ceramah di Masjid  

PM Anwar mengajak umat Islam Malaysia jaga kehormatan masjid

Rep: Zahrotul Oktaviani / Red: Nashih Nashrullah
 Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim,  mengajak umat Islam Malaysia jaga kehormatan masjid
Foto: EPA-EFE/FAZRY ISMAIL
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim, mengajak umat Islam Malaysia jaga kehormatan masjid

REPUBLIKA.CO.ID, PUTRAJAYA – Malaysia melarang politisi memberikan ceramah di masjid maupun surau. Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Anwar Ibrahim meminta larangan tersebut harus dihormati semua pihak. 

 

Baca Juga

PM Anwar menyebut, mengatakan larangan itu berlaku untuk semua pihak, termasuk dirinya sendiri. Dia bahkan mengatakan akan menghindari menerima undangan untuk berceramah di masjid. 

 

"Dalam menghormati perintah (oleh otoritas agama), saya menghindari berbicara ketika saya berhenti di masjid untuk sholat Jumat," kata Pria yang juga menjabat sebagai Menteri Keuangan ini, dikutip di Bernama, Selasa (7/3/2023). 

 

Pernyataan tersebut disampaikan Perdana Menteri Malaysia, menanggapi pernyataan Presiden PAS Tan Sri Abdul Hadi Awang pada 4 Maret lalu. 

 

Presiden PAS kala itu dikabarkan menyebut tidak ada salahnya politisi menyampaikan khutbah atau ceramah agama di masjid dan surau. Bahkan, menurutnya hal ini wajib dilakukan oleh politisi.

 

Komentar Abdul Hadi ini dikabarkan terkait dengan kebijakan Dewan Adat Islam dan Adat Melayu (Maidam) Terengganu. Mereka melarang politisi menyampaikan ceramah agama di masjid dan surau di negara bagian itu.

Baca juga: Muhammadiyah Resmi Beli Gereja di Spanyol yang Juga Bekas Masjid Era Abbasiyah

 

Presiden MAIDAM Terengganu, Datuk Shaikh Harun Shaikh Ismail, mengatakan larangan itu mencakup semua anggota majelis negara bagian, anggota parlemen, maupun anggota dewan negara.

 

Untuk menjunjung tinggi kesucian masjid dan surau yang juga merupakan simbol pemersatu umat Islam, maka bangunan ibadah ini tidak boleh disalahgunakan untuk kepentingan politik, yang dapat menimbulkan ketegangan di masyarakat.

 

"Sultan Mizan Zainal Abidin mengungkapkan kesedihannya atas keterlibatan segelintir politisi yang menyampaikan ceramah dan ajaran agama, serta bertindak sebagai khatib dan imam untuk sholat Jumat tanpa izin MAIDAM," ucap dia.

 

Sumber: bernama 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement