Selasa 07 Mar 2023 07:00 WIB

Syekh Al Azhar Serukan Kirim Bantuan ke Muslim Rohingya

Komunitas Muslim dari berbagai kawasan memberikan bantuan untuk Rohingya.

Rep: Andrian Saputra/ Red: Erdy Nasrul
Pengungsi Rohingya berusaha memadamkan kebakaran besar di kamp Balukhali mereka di Ukhiya di distrik Cox
Foto: AP/Mahmud Hossain Opu
Pengungsi Rohingya berusaha memadamkan kebakaran besar di kamp Balukhali mereka di Ukhiya di distrik Cox

REPUBLIKA.CO.ID, KAIRO -- Grand Syekh Al-Azhar Prof. Dr. Syekh Ahmad Muhammad Ahmad Ath-Thayyeb telah mengarahkan Al Azhar untuk mengirimkan bantuan darurat kepada Muslim Rohingya, kelompok etnis Indo-Arya, yang terkena dampak kebakaran besar yang terjadi di sebuah kamp pengungsi di distrik Cox's Bazar di Bangladesh.

Menurut laporan Reuters pada Ahad (5/3/2023) kebakaran melanda kamp yang menampung lebih dari satu juta pengungsi Rohingya yang melarikan diri dari praktik penindasan yang dipimpin militer. Reuters menyebut bahwa  alasan di balik kebakaran itu tidak jelas

Baca Juga

Seperti dilansir Egypt Today pada Selasa (7/3/2023) Syekh Ath Thayyeb dalam pernyataannya mengatakan kebakaran tersebut mengakibatkan terbakarnya lebih dari 2.000 tenda, hancurnya pusat kesehatan dan pendidikan serta masjid, selain itu ribuan Muslim Rohingya terkena dampak dan mengungsi dari kamp.

Grand Syekh Al-Azhar menyatakan solidaritas penuh Al Azhar dengan Muslim Rohingya. Ia meminta agar para pejabat Al Azhar segera mengirimkan bantuan. 

Syekh Ath Thayyeb mengarahkan pejabat di Al Azhar untuk segera mengirimkan bantuan darurat, termasuk tenda, pakaian, selimut, bahan medis dan makanan, dan untuk berkomunikasi dengan otoritas terkait untuk memfasilitasi kedatangan bantuan kepada mereka yang berhak sesegera mungkin.

Sebelumnya, kebakaran di permukiman pengungsi Rohingya di Bangladesh menghancurkan rumah-rumah. Langit di atas pemukiman itu juga gelap oleh asap hitam sebelum api berhasil dikendalikan.

Kebakaran terjadi di Camp 11 di Cox's Bazar, distrik perbatasan, diman lebih dari satu juta pengungsi Rohingya tinggal. Sebagian besar pengungsi merupakan warga Myanmar yang melarikan diri dari tindakan keras militer pada tahun 2017, dan kebakaran ini membuat beberapa diantara mereka kembali menjadi tuna wisma.

Kebakaran sudah berhasil dikendalikan dan pejabat tinggi kepolisian, pemadam kebakaran dan departemen bantuan pengungsi sudah di lokasi kejadian. Polisi setempat Faruque Ahmad mengatakan penyebab kebakaran belum diketahui.

Tidak ada polisi yang memberikan perkiraan jumlah rumah yang hancur terbakar. "Saya tidak bisa menyelamatkan apa-apa, semua terbakar menjadi abu, banyak yang kehilangan rumah, saya tidak tahu apa yang akan terjadi pada kami," kata salah satu pengungsi Selim Ullah.

"Saat kami di Myanmar kami menghadapi banyak masalah, rumah kami terbakar habis, kini terjadi lagi," tambah ayah enam anak itu.

Pemukiman pengungsi di Cox's Bazar rentan pada kebakaran. Kebakaran besar pada Maret 2021 lalu menewaskan setidaknya 15 orang pengungsi dan menghancurkan lebih dari 1.000 rumah.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement