Jumat 10 Feb 2023 22:20 WIB

Baznas Lepas Tim Tanggap Bencana untuk Turki dan Suriah

Tim Baznas Tanggap Bencana untuk Turki dan Suriah bawa bantuan senilai Rp 1 miliar

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) melepas Tim Baznas Tanggap Bencana (Disaster Response Team) untuk Turki dan Suriah. Pelepasan Tim Baznas Tanggap Bencana tersebut dilakukan oleh Ketua Baznas RI Prof Noor Achmad beserta jajaran Pimpinan Baznas RI, Sekretaris Utama, Deputi dan Direktur Baznas RI di kantor Baznas RI, Matraman, Jakarta, Jumat (10/2/2023).
Foto: Dok Baznas
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) melepas Tim Baznas Tanggap Bencana (Disaster Response Team) untuk Turki dan Suriah. Pelepasan Tim Baznas Tanggap Bencana tersebut dilakukan oleh Ketua Baznas RI Prof Noor Achmad beserta jajaran Pimpinan Baznas RI, Sekretaris Utama, Deputi dan Direktur Baznas RI di kantor Baznas RI, Matraman, Jakarta, Jumat (10/2/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) melepas Tim Baznas Tanggap Bencana (Disaster Response Team) untuk Turki dan Suriah.

Pelepasan Tim Baznas Tanggap Bencana tersebut dilakukan oleh Ketua Baznas RI Prof Noor Achmad beserta jajaran Pimpinan Baznas RI, Sekretaris Utama, Deputi dan Direktur Baznas RI di kantor Baznas RI, Matraman, Jakarta, Jumat (10/2/2023).

Tim Baznas Tanggap Bencana untuk Turki dan Suriah terdiri dari 4 orang yang merupakan profesional di bidang penyelamatan, medis dan juga media. Yaitu Ahmad Fikri, dr. Reza Ramdhoni, Budi Margono, dan Taufiq Hidayat.

Tim tersebut membawa bantuan senilai Rp 1 miliar untuk tahap awal. Bantuan akan terus ditambah dengan target mencapai Rp 10 miliar untuk korban bencana Turki dan Suriah. Bantuan dalam bentuk berbagai kebutuhan darurat untuk para pengungsi seperti kebutuhan logistik pangan, obat-obatan, selimut, pakaian, shelter dan kebutuhan lainnya.

Ketua Baznas RI Prof Noor Achmad mengatakan, tim yang diberangkatkan ini merupakan tim awal atau tim advance yang bertugas mengidentifikasi kebutuhan yang tepat untuk korban bencana.

"Tim ini akan berada selama satu minggu di sana yang bertugas mempelajari apa yang sebenarnya dibutuhkan di sana, berkoordinasi dengan kedutaan dan para relawan dari belahan dunia lain, serta membentuk relawan dari mahasiswa Indonesia yang tinggal di sana," kata Noor Achmad, saat melepas Tim Baznas Tanggap Bencana, Jumat (10/2/2023).

Noor berharap, dengan bantuan masyarakat Indonesia melalui Baznas dapat meringankan penderitaan para korban gempa Turki dan Suriah.

Hadir dalam kegiatan pelepasan tersebut tim dari Kitabisa yang juga ikut dalam penggalangan dana bantuan untuk korban gempa Turki dan Suriah.

Sebelumnya, dalam Rapat Koordinasi Humanitarian dan Filantropi Bantuan Kemanusiaan Bencana Gempa Turki dan Suriah di Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Jumat (10/2/2023), Deputi II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas Imdadun Rahmat menyampaikan, sebagai lembaga pemerintah non struktural, Baznas mengikuti mekanisme pemerintah dan menjadi bagian dari koordinasi kerja sama lintas lembaga dan kementerian, dalam penyaluran bantuan ini.

Dalam rapat tersebut Staf Khusus Menko PMK RI, Khoirul Muttaqin juga menyampaikan pesan dari Menko PMK Muhadjir Effendy terkait kesiapan semua tim yang diberangkatkan ke Turki maupun Suriah.

Khoiril menyampaikan agar tim yang berangkat ke lokasi bencana baik Turki maupun Suriah berkoordinasi dengan kedutaan besar di sana.

Selain itu, tim juga harus betul-betul siap dan bisa bekerja secara mandiri."Kemandirian tim sangat diharapkan selama di Turki agar tidak merepotkan negara yang kita tolong, karena negara di sana sangat membutuhkan pertolongan kita," ujar Khoirul.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement