Rabu 01 Feb 2023 20:26 WIB

Baznas Bazis DKI Bangun Kembali Rumah Korban Kebakaran Mampang Jaksel

Baznas Bazis DKI usung konsep hunian tangguh bencana dan layak huni.

Forum Group Discussion (FGD) BAZNAS (BAZIS) DKI terkait pembangunan rumah korban kebakaran Kelurahan Pela, Mampang, Jakarta Selatan, menghadirkan para narasumber: Yu Sing (Arsitek Akanoma), M. Retas Aqobah (Partner at Shirvano Consulting), Amalia Nur Indah Sari (Arsitek Rujak), Titik Efianti (Consultan PT. Baraka Karta Jaya) Amri Cahyo (Urban Planer IAP). Bertempat di Ruang Rapat Kantor BAZNAS (BAZIS) DKI Jakarta di Gedung Graha Mental Spiritual Lantai 5, Jl. Awaludin II, Tanah Abang, Kota Jakarta Pusat.
Foto: Dok. BAZNAS (BAZIS) DKI
Forum Group Discussion (FGD) BAZNAS (BAZIS) DKI terkait pembangunan rumah korban kebakaran Kelurahan Pela, Mampang, Jakarta Selatan, menghadirkan para narasumber: Yu Sing (Arsitek Akanoma), M. Retas Aqobah (Partner at Shirvano Consulting), Amalia Nur Indah Sari (Arsitek Rujak), Titik Efianti (Consultan PT. Baraka Karta Jaya) Amri Cahyo (Urban Planer IAP). Bertempat di Ruang Rapat Kantor BAZNAS (BAZIS) DKI Jakarta di Gedung Graha Mental Spiritual Lantai 5, Jl. Awaludin II, Tanah Abang, Kota Jakarta Pusat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- BAZNAS (BAZIS) Provinsi DKI Jakarta akan membangun rumah korban kebakaran di kelurahan Pela Mampang, Jakarta Selatan dengan konsep bedah kawasan. Bedah kawasan mengusung konsep pembangunan hunian bagi para korban kebakaran yang layak, ramah, sehat dan menciptakan ekosistem hunian yang baik dan tangguh dari bencana kebakaran maupun banjir.  

Konsep bedah kawasan Baznas (BAZIS) DKI untuk rumah korban kebakaran Kelurahan Pela Mampang saat ini dalam proses pembahasan mengenai konsep hunian yang akan dibangun.  Pada Selasa (31/1/2023) lalu, BAZNAS (BAZIS) Provinsi DKI Jakarta mengadakan Focus Group Discussion (FGD) guna membahas konsep Bedah Kawasan rumah bekas Kebakaran Kelurahan Pela Mampang, Jakarta Selatan.

Baca Juga

Focus Gorup Discussion (FGD) BAZNAS (BAZIS) DKI dilaksanakan dengan tujuan untuk membedah konsep bedah kawasan eks kebakaran Kelurahan Pela Mampang sehingga menemukan konsep hunian yang tidak hanya ramah dan sehat tetapi siap terhadap ancaman bencana banjir dan kebakaran.

Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS (BAZIS) Provinsi DKI Jakarta, Saat Suharto Amjad, mengatakan, pembangunan rumah korban kebakaran di Kelurahan Pela Mampang tidak sekedar untuk membangun kembali rumah para korban kebakaran. Namun, juga membangun ekosistem hunian yang layak, sehat, ramah dan juga tangguh. 

"Pembangunan rumah sehat di eks kebakaran Pela Mampang ini tidak hanya untuk membangun kembali rumah yang terbakar beberapa waktu yang lalu, tapi juga membangun ekosistem yang lebih baik dan hunian yang layak, sehingga bisa menciptakan lingkungan yang ramah dan sehat," kata Saat.

Rancang bangun mengusung konsep ketinggian bangunan, desain tata ruang, desain tangguh bencana dari kebakaran dan banjir, rencana pelebaran jalan, ruang interaksi. Bahkan, bangunan juga mengutamakan sustainability pembangunan yang juga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat korban kebakaran.   

Bedah kawasan Pela Mampang dalam forum FGD tersebut diungkapkan nantinya juga mengusung konsep hunian yang tahan terhadap banjir dengan memperbanyak sumur resapan, mengatur jarak rumah dengan pinggir sungai, pembangunan jembatan penyebrangan kali krukut untuk mempermudah mobilisasi warga.

"Hari ini sangat produktif sekali, terimakasih sekali lagi. Kita sudah membedah konsep bedah kawasan eks kebakaran Kelurahan Pela Mampang," kata Saat.

BAZNAS (BAZIS) DKI dalam beberapa tahun terakhir sangat massif melakukan bedah kawasan di berbagai titik di wilayah DKI Jakarta, seperti Bedah Kawasan Kampung Gembira Gembrong, yang sebelumnya rumah warga ludes terbakar kini menjadi kawasan hunian layak huni. Kemudian, di Kampung Melayu juga telah dibangun bedah kawasan dengan konsep kampung regeneration bedah kawasan dengan konsep kampung tangguh bencana dan layak huni. 

Di Jaksel juga di bangun Bedah Kawasan Kampung Kumuh Petogogan di wilayah Jaksel serta berbagai program bedah kawasan lainnya yaitu bedah rumah dhuafa.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement