Kamis 26 Jan 2023 21:55 WIB

Di Hadapan Lautan Jamaah Haul Abah Guru Sekumpul, Wapres: Negeri Ini Butuh Orang Saleh

Wapres menilai kiprah Abah Guru Sekumpul sangat besar untuk Indonesia dan dunia

Rep: Fauziah Mursyid / Red: Nashih Nashrullah
Wakil Presiden Maruf Amin menghadiri acara peringatan Haul Akbar ulama besar kharismatik di Kalimantan Selatan Muhammad Zaini bin Abdul Ghani al-Banjari atau Abah Guru Sekumpul di Banjar, Kamis (26/1/2023). Wapres menilai kiprah Abah Guru Sekumpul sangat besar untuk Indonesia dan dunia
Foto: Republika/Fauziah Mursid
Wakil Presiden Maruf Amin menghadiri acara peringatan Haul Akbar ulama besar kharismatik di Kalimantan Selatan Muhammad Zaini bin Abdul Ghani al-Banjari atau Abah Guru Sekumpul di Banjar, Kamis (26/1/2023). Wapres menilai kiprah Abah Guru Sekumpul sangat besar untuk Indonesia dan dunia

REPUBLIKA.CO.ID,  BANJAR— Wakil Presiden Ma'ruf Amin menghadiri acara peringatan Haul Akbar ulama besar kharismatik di Kalimantan Selatan KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani al-Banjari atau Abah Guru Sekumpul di Banjar, Kamis (26/1/2023). 

Peringatan Haul Akbar Abah Guru Sekumpul tahun ini digelar di kediaman pribadi Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor di Jalan Kertak Baru Kampung Keramat, Kalimantan Selatan.

Baca Juga

Kiai Ma'ruf pun tiba di lokasi acara peringatan setelah berhasil membelah lautan jamaah yang  turut menghadiri peringatan Haul Akbar ke-18 tersebut. 

Ribuan peserta haul dari berbagai daerah di Kalimantan ini memadati lokasi hingga mengular sepanjang kurang lebih lima kilometer dari lokasi peringatan acara berlangsung.

 

Saat tiba di lokasi, Wapres langsung disambut Pimpinan Madrasah Darussalam Tahfiz dan Ilmu Al-Quran, KH Muhammad Wildan Salman (Guru Wildan). 

Kemudian acara mulai dari sambutan Gubernur Kalsel, pembacaan manaqib atau riwayat hidup Abah Guru Sekumpul, lalu sambutan Wapres ditutup dengan doa tahlil dipimpin Wapres.

Dalam sambutannya, Kiai Ma'ruf menyebut KH Muhammad Zaini Abdul Ghani atau Abah Guru Sekumpul memiliki kiprah dan sumbangsih sangat besar bagi umat. Tak hanya ulama paling masyhur di wilayah Kalimantan dan Jawa, tetapi juga sampai ke dunia internasional.

Kiai Ma'ruf menyebut Abah Guru Sekumpul juga banyak dicintai banyak orang. Ini dibuktikan dengan banyak orang yang menyebut kebaikannya baik semasa hidup hingga setelah meninggal dunia pada 2005 lalu.

"Kegembiraan di dunia itu antara lain, yaitu dicintai oleh manusia, dicintai orang, dengan orang menyebut kebaikan tentang dia. Saya kira beliau dicintai banyak orang, dan orang menyebut kebaikan dia," kata Kiai Ma'ruf dalam sambutannya.

Dia pun menyebut Abah Guru Sekumpul sebagai termasuk orang-orang saleh yang dibutuhkan negeri ini. Sebab, tidak hanya menyiarkan ajaran Islam tetapi juga doa orang-orang saleh dikabulkan Allah SWT.

"Orang yang seperti ini orang saleh, yang memang kita butuhkan di negeri ini, karena kalau dia meminta kepada Allah, Allah kabulkan, kalau minta perlindungan diberi perlindungan," ujarnya.

Kiai Ma'ruf pun berharap peringatan Haul Abah Guru Sekumpul memberikan keberkahan kepada umat Islam. Sebab, orang saleh tidak hanya memberi keberkahan saat masih hidup tetapi juga setelah wafat.

"Kita bersyukur bisa hadir pada haul beliau semoga kita mendapat keberkahan. Karena beliau adalah orang saleh dan itu memberikan keberkahan tidak hanya pada waktu hidupnya tetapi sesudah wafatnya," ujarnya

"Kita berharap negeri ini Indonesia jangan sampai tidak ada orang orang sperti itu, para wali para aulia yang senantiasa berdoa sehingga kita hidup dalam keadaan baik, tenang tenteram dan sejahtera," katanya.

 

Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor, bersyukur acara peringatan Haul Akbar ini bisa digelar setelah tiga tahun tidak dilaksanakan. Sahbirin pun menyampaikan terimakasih dukungan semua pihak hingga acara peringatan bisa digelar kembali.

Sebagai informasi, Abah Guru Sekumpul ini memiliki nama asli KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani al-Banjari, adalah salah seorang ulama besar dan berpengaruh dari Kalimantan Selatan. 

Semasa hidupnya, Abah Guru Sekumpul dikenal sebagai ulama yang kharismatik dan memiliki banyak santri yang tidak hanya berasal dari Kalimantan, tetapi juga dari seluruh Indonesia. 

Abah Guru Sekumpul memiliki karya-karya yang menjadi rujukan penting bagi dunia pendidikan Islam. Diantaranya, Risalah Mubaraqah, Manaqib Asy-Syeikh As-Sayyid Muhammad bin Abdul Karim Al-Qadir al-Hasani As-Samman al-Madani, Ar-Risalatun Nuraniyah fi Syarhit Tawassulatis Sammaniyah, dan lainnya.  

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement