Kamis 22 Dec 2022 21:53 WIB

Jakarta Islamic Centre Jalin Kerja Sama Pendidikan dengan Turki

Jakarta Islamic Centre juga menggelar konferensi The History of Science in Islam.

Rep: Mabruroh/ Red: Ani Nursalikah
Pengunjung mengamati karya dalam pembukaan Pameran Kaligrafi Kontemporer Internasional di Masjid Raya Jakarta Islamic Centre, Jakarta Utara, Jumat (15/4/2022). Pameran yang digelar dalam rangkaian peringatan Nuzulul Quran tersebut menghadirkan lebih dari 100 karya seniman kaligrafi dari 26 negara dan berlangsung dari 15-22 April 2022. Jakarta Islamic Centre Jalin Kerja Sama Pendidikan dengan Turki
Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso
Pengunjung mengamati karya dalam pembukaan Pameran Kaligrafi Kontemporer Internasional di Masjid Raya Jakarta Islamic Centre, Jakarta Utara, Jumat (15/4/2022). Pameran yang digelar dalam rangkaian peringatan Nuzulul Quran tersebut menghadirkan lebih dari 100 karya seniman kaligrafi dari 26 negara dan berlangsung dari 15-22 April 2022. Jakarta Islamic Centre Jalin Kerja Sama Pendidikan dengan Turki

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam Jakarta (PPIJ) yang lebih dikenal dengan nama Jakarta Islamic Centre (JIC) menggelar Konferensi Internasional yang mengangkat tema besar “The History of Science in Islam”. Kegiatan ini untuk mengingatkan kembali bagaimana ilmu pengetahuan itu sesungguhnya pernah berjaya dan dimiliki oleh ilmuwan-ilmuwan Muslim.

"Kita mengenal ilmu kedokteran juga bersumber dari ilmuwan Islam, ilmu astronomi perbintangan, ilmu matematika bahkan bersumber dari ilmuwan Islam, jadi adalah sebuah kewajaran kalau pada pagi hari ini Jakarta Islamic Centre ingin mengembalikan kejayaan itu dalam upaya-upaya programnya," kata Kepala Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam Jakarta, KH Muhammad Subki mengatakan, dalam siaran pers, Kamis (22/12/2022).

Baca Juga

Menurut Subki, acara digelar bekerja sama dengan Universitas Kirikkale dan IBTAV (İslam Bilim Tarihi Araştırmaları Vakfı) Turki atau Yayasan Penelitian Ilmu Sejarah. Turut hadir juga putra Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Bilal Erdogan.

"Maka atas dukungan semua pihak khususnya para utusan, para tamu-tamu kita dari Turki, paling tidak langkah-langkah ini sudah mulai ditapaki oleh Jakarta Islamic Centre, mudah-mudahan memberikan manfaat yang besar untuk perkembangan umat Islam di Jakarta dan seluruh Indonesia," ujarnya.

Subki merasa Jakarta Islamic Centre mendapatkan kebanggaan atas kehadiran tokoh-tokoh penting dari negara Turki, "Tentu ini adalah sebuah kehormatan bukan saja untuk Jakarta Islamic Centre tapi untuk pemerintah DKI Jakarta, bahkan untuk pemerintah Indonesia," ujarnya.

"Semoga kerja sama ini terus berlanjut semakin baik dalam program-program keilmuan dan keislaman, mudah-mudahan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya," tuturnya.

Dalam kegiatan Konferensi Internasional tersebut juga terjalin kerja sama Universitas Kırıkkale (Türkiye) dan Jakarta Islamic Center (Indonesia) dalam kegiatan pendidikan dan penelitian yang kooperatif, untuk kepentingan bersama kedua institusi. Dalam MOU kerjasama tersubut menyatakan kedua pihak akan bersama-sama mengembangkan program pendidikan dan penelitian kooperatif untuk staf dan mahasiswa dari kedua institusi dalam kerangka perjanjian ini.

Kegiatan kerja sama yang tercakup dalam perjanjian ini dapat mencakup pertukaran staf dan mahasiswa, belajar di luar negeri, program penelitian kolaboratif, seminar dan lokakarya, dan program layanan.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement