Kamis 22 Dec 2022 12:03 WIB

Imam di Mumbai Diberdayakan dengan Kursus Bahasa Inggris

Sebagian besar imam berpendidikan madrasah yang kurang mahir bahasa inggris.

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Ani Nursalikah
Imam di Mumbai Diberdayakan dengan Kursus Bahasa Inggris
Foto: tribune.com.pk
Imam di Mumbai Diberdayakan dengan Kursus Bahasa Inggris

REPUBLIKA.CO.ID, MUMBAI -- Upaya untuk memberdayakan para imam yang berada di Mumbai terus dilakukan. Islam Gymkhana di Marine Lines, Mumbai siap meluncurkan kursus pembelajaran bahasa Inggris untuk para imam di kota tersebut.

Para imam bertugas memimpin sholat dan menyampaikan khutbah Jumat di masjid-masjid dan sangat dihormati masyarakat. Sebagian besar imam ini berpendidikan madrasah, yang mana biasanya kurang mahir dalam bahasa Inggris.

Baca Juga

Hal ini lantas ingin dihapus oleh Gymkhana dengan kursus yang dirancang khusus. "Sebagai bagian dari kerja sosial, kami telah memiliki skema untuk membantu pasien kanker dan memberikan beasiswa kepada siswa yang layak. Kami memutuskan memulai kursus bahasa Inggris yang akan memberdayakan para imam untuk berbicara dengan anak muda dalam bahasa yang mereka sukai," ujar Presiden Gymkhana Yusuf Abrahni, dikutip di Times of India, Kamis (22/12/2022).

Dia mengatakan pertemuan dengan ulama senior, pengkhotbah dan imam akan segera diadakan untuk membahas proyek tersebut. Ulama dan pengkhotbah senior menghargai inisiatif tersebut.

 

Seorang ulama, Maulana Moin Ashraf (Moin Mian) menyebut kemampuan dalam berbahasa Inggris merupakan kebutuhan saat ini. Bahasa Inggris adalah bahasa yang dipahami secara internasional dan menjadi media komunikasi di banyak tempat.

"Jika para imam kita tahu bagaimana menulis dan berbicara bahasa Inggris, itu akan menjadi layanan besar bagi komunitas dan masyarakat. Saya mendukung program seperti itu dan akan melakukan apapun yang saya bisa untuk itu," kata dia.

Sejumlah imam dikaitkan dengan Moin Mian, mengingat posisinya yang juga mengepalai beberapa organisasi keagamaan. Dia mengungkapkan harapannya agar dapat meyakinkan banyak imam maupun ulama agar mendaftar kursus ini.

Adapun usulan dan inisiatif ini juga dianggap penting oleh Mufti Ashfaque Kazi, kepala mufti (orang yang mengeluarkan fatwa) di Masjid Juma yang bersejarah dekat Pasar Crawford. Ia juga ikut memuji usulan tersebut.

“Penting bagi para imam kita untuk menguasai bahasa Inggris. Ini akan bermanfaat bagi mereka dan masyarakat. Selain dapat berkomunikasi dengan generasi muda dengan cara yang lebih baik, mereka juga dapat meningkatkan kemampuan kerja mereka sendiri,” kata dia.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement