Senin 12 Dec 2022 23:34 WIB

Jemaat Mormon akan Miliki Rumah Ibadah Pertama di Timur Tengah

Tempat ibadah Mormon akan dibangun di Dubai's Expo City.

Rep: Alkhaledi Kurnialam/ Red: Ani Nursalikah
Gereja Mormon di Utah. Jemaat Mormon akan Miliki Rumah Ibadah Pertama di Timur Tengah
Foto: www.traveltop.net
Gereja Mormon di Utah. Jemaat Mormon akan Miliki Rumah Ibadah Pertama di Timur Tengah

REPUBLIKA.CO.ID, ABU DHABI -- Pengikut Gereja Yesus Kristus dari Orang Suci Zaman Akhir (LDS), juga dikenal sebagai Mormon akan memiliki tempat ibadah resmi mereka sendiri di Emirat Dubai. Rumah ibadah ini berarti juga menjadi yang pertama di Timur Tengah.

Rencana rumah ibadah pertama kali diumumkan pada 2020 oleh LDS, dengan pembangunan sekitar tiga tahun lagi. Menurut The National, tempat ibadah Mormon akan dibangun di Dubai's Expo City.

Baca Juga

“Rencana untuk sebuah rumah ibadah di Dubai datang sebagai tanggapan atas undangan murah hati mereka, yang kami terima dengan penuh syukur,” kata Presiden LDS Russell M. Nelson pada saat itu, dilansir dari Middle East Monitor, Senin (12/12/2022).

“Akan sangat unik untuk memiliki sebuah bait suci karena tidak setiap negara memilikinya,” kata Roland Back, seorang konselor sukarela untuk gereja di wilayah Timur Tengah dan Afrika Utara seperti dikutip.

 

"Ini akan melayani populasi besar, lebih luas dari UEA. Anggota lain pasti ingin mengunjungi Dubai karena ada kuilnya," tambahnya.

Saat ini anggota komunitas berkumpul setiap pekan pada hari Ahad untuk beribadah di sebuah rumah pertemuan di Abu Dhabi yang dibangun pada tahun 2013 dan sebuah hotel di Dubai. Diperkirakan ada sekitar 2.000 penganut OSZA di UEA.

Berbicara tentang rencana pendirian kuil Mormon pertama di negara itu, Direktur Komunikasi Strategis Kementerian Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional (MoFAIC), Hend Al-Otaiba, mengatakan UEA dengan bangga menyambut komunitas Orang Suci Zaman Akhir untuk beribadah bersama dengan pembangunan bait suci di Dubai di masa mendatang.

"Kuil itu akan menjadi yang pertama bagi Gereja di Timur Tengah, yang melambangkan semangat toleransi dan persatuan antaragama yang menjadi dasar berdirinya UEA," tambahnya.

Sebagai bagian dari komitmen negara Teluk untuk mempromosikan keragaman agama, kuil Hindu pertama dibuka pada bulan Oktober di Abu Dhabi. Ada juga rencana pembangunan sinagoga Yahudi yang dilaporkan terhenti. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement