Selasa 29 Nov 2022 23:19 WIB

Rumah Zakat Raih Penghargaan Lembaga Filantropi Pemberdayaan Ekonomi Umat

Rumah Zakat menyebut penghargaan dari Anugerah Republika jadi daya dukung

Rep: Meiliza Laveda/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Tropi Anugerah Syariah Republika di Jakarta, Selasa (27/11/2022). Rumah Zakat meraih penghargaan sebagai Lembaga Filantropi Pemberdayaan Ekonomi Umat dalam acara Anugerah Syariah Republika (ASR) 2022. Perhelatan tahunan penghargaan terhadap para pelaku ekonomi dan bisnis syariah ini dilaksanakan pada Selasa (29/11/2022), di The Sultan Hotel, Jakarta Pusat.
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Tropi Anugerah Syariah Republika di Jakarta, Selasa (27/11/2022). Rumah Zakat meraih penghargaan sebagai Lembaga Filantropi Pemberdayaan Ekonomi Umat dalam acara Anugerah Syariah Republika (ASR) 2022. Perhelatan tahunan penghargaan terhadap para pelaku ekonomi dan bisnis syariah ini dilaksanakan pada Selasa (29/11/2022), di The Sultan Hotel, Jakarta Pusat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Rumah Zakat meraih penghargaan sebagai Lembaga Filantropi Pemberdayaan Ekonomi Umat dalam acara Anugerah Syariah Republika (ASR) 2022. Perhelatan tahunan penghargaan terhadap para pelaku ekonomi dan bisnis syariah ini dilaksanakan pada Selasa (29/11/2022), di The Sultan Hotel, Jakarta Pusat.

CEO Rumah Zakat Nur Efendi mengucapkan terima kasih kepada Republika atas anugerah yang telah diberikan. "Tentunya ini menjadi motivasi kami, semangat kami untuk selalu memberdayakan ekonomi melalui dana-dana zakat, infaq, sedekah dan waqaf," kata Nur kepada Republika di The Sultan Hotel, Selasa (29/11/2022).

Nur berharap penghargaan ini dapat menjadi daya dukung dan daya dorong Rumah Zakat untuk mendorong Indonesia menjadi negara terbesar ekonomi syariah.

Selain itu, saat ini Rumah Zakat masih concern pada program desa berdaya. Nur menjelaskan, program tersebut merupakan program terintegrasi satu wilayah, baik pendidikan, kesehatan dan ekonomi termasuk lingkungan.

 

"Harapannya bisa mempercepat proses pemberdayaan masyarakat yang ada di desa. Salah satunya adalah mengembangkan dan mendorong tumbuh kembangnya ekosistem ekonomi yang ada di desa sehingga mempercepat proses pemberdayaan masyarakat desa," ujarnya.

Menurut Nur, alasan program tersebut berfokus pada desa karena jumlah kemiskinan di Indonesia yang terbesar ada di desa. ""Kalau kita bisa memberdayakan masyarakat desa, kontribusi kita itu 40 persen ekonomi terhadap negara," tambahnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement