Ahad 20 Nov 2022 21:17 WIB

Ketum PBNU Ucapkan Selamat untuk Prof Haedar-Mu'ti

Prof Haedar menjaga hubungan sangat baik dengan Nahdlatul Ulama (NU).

Rep: Muhyiddin/ Red: Muhammad Fakhruddin
Ketua Umum PP Muhammadiyah terpilih Haedar Nashir (dari kiri) bersama Sekertaris Umum Abdul Muti menerima surat keputusan dari pengurus lama Busyro Muqoddas dan Agung Danarto saat Sidang Pleno VIII Muktamar ke-48 Muhammadiyah di Edutorium UMS, Surakarta, Jawa Tengah, Ahad (20/11/2022). Pada Sidang Pleno VIII menetapkan Haedar Nashir kembali menjadi Ketua Umum PP Muhammadiyah periode 2022 - 2027. Sedangkan Sekertaris Umum PP Muhammadiyah juga kembali dijabat Abdul Muti.
Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Ketua Umum PP Muhammadiyah terpilih Haedar Nashir (dari kiri) bersama Sekertaris Umum Abdul Muti menerima surat keputusan dari pengurus lama Busyro Muqoddas dan Agung Danarto saat Sidang Pleno VIII Muktamar ke-48 Muhammadiyah di Edutorium UMS, Surakarta, Jawa Tengah, Ahad (20/11/2022). Pada Sidang Pleno VIII menetapkan Haedar Nashir kembali menjadi Ketua Umum PP Muhammadiyah periode 2022 - 2027. Sedangkan Sekertaris Umum PP Muhammadiyah juga kembali dijabat Abdul Muti.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menyampaikan selamat kepada pasangan Prof Haedar Nashir dan Prof Abdul Mu'ti, yang kembali terpilih menjadi Ketua Umum dan Sekretaris Umum PP Muhammadiyah periode 2022-2027. Keduanya kembali terpilih dalam Muktamar Muhammadiyah ke-48 yang digelar di Surakarta, Jawa Tengah pada 19-20 November 2022.

Prof Haedar maupun Prof Mu’ti selama ini memang mempunyai hubungan yang baik dengan beragam kalangan, termasuk menjaga hubungan sangat baik dengan Nahdlatul Ulama (NU).

Baca Juga

"Alhamdulillah Pak Haedar dan Mas Abdul Mu'ti kembali terpilih. Keduanya kita kenal memiliki komitmen yang kuat untuk memajukan bangsa dan negara," ujar Gus Yahya dalam keterangan tertulis yang diterima Republika.co.id, Ahad (20/11/2022).

Tidak hanya Gus Yahya, ungkapan selamat juga disampaikan Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf atau yang akrab dipanggil Gus Ipul. Menurut dia, Prof Haedar dan Prof Mu'ti merupakan duet yang sudah teruji. “Ini duet yang sudah teruji memimpin Muhammadiyah,” ucap Gus Ipul.

 

Gus Ipul mengatakan, Prof Haedar dan Prof Mu’ti merupakan duet kepemimpinan yang telah memajukan Muhammadiyah. Keduanya terbukti mampu membawa Muhammadiyah menjadi organisasi Islam yang besar di Indonesia pada periode sebelumnya, yakni pada 2015-2020.

“Keduanya punya komitmen kuat terhadap NKRI. Bisa jadi teladan bagi warga persyarikatan,” kata Gus Ipul.

Sidang Muktamar ke-48 Muhammadiyah telah melewati pemilihan 13 formatur PP Muhammadiyah. Setelah dilakukan e-voting dan penghitungan suara, ada 13 formatur PP Muhammadiyah terpilih.

Dari 13 nama itu, Prof Haedar kemudian mendapatkan suara terbanyak, disusul Prof Mu’ti pada posisi kedua. Kembalinya Haedar Nashir untuk menakhodai Muhamamdiyah lima tahun ke depan ini ditetapkan dalam sidang pleno VIII Muktamar Muhammadiyah di Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) di Sukoharjo, Jawa Tengah, Ahad (20/11/2022).

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement