Rabu 26 Oct 2022 18:18 WIB

Bagaimana Bisa Berharap Nikmat dan Berkah, Sementara Anda Jauh dengan Allah SWT?

Kedekatan dengan Allah SWT bisa dicapai dengan komitmen dan istiqamah.

Rep: Fuji E Permana/ Red: Nashih Nashrullah
Beribadah mendekatkan diri kepada Allah SWT/ilustrasi. Kedekatan dengan Allah SWT bisa dicapai dengan komitmen dan istiqamah
Beribadah mendekatkan diri kepada Allah SWT/ilustrasi. Kedekatan dengan Allah SWT bisa dicapai dengan komitmen dan istiqamah

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA – Hendaknya seorang hamba jangan mengharapkan kekalnya karunia dari Allah SWT. Mengapa? Sebab seorang hamba hanya akan terpenuhi segala keinginannya jika bersama Allah SWT.   

 لا تَطْلُبَنَّ بَقَاءَ الوَارِداتِ بَعْدَ أَنْ بَسَطَتْ أَنْوَارَهَا وَأَوْدَعَتْ أَسْرَارَهَا , فَلَكَ فِي اللهِ غِنىً عَنْ كُلِّ شَيْءٍ , وَلَيْسَ يُغْنِيكَ عَنْهُ شَيْءٌ 

Baca Juga

"Jangan kamu mengharapkan kekalnya karunia Allah SWT setelah cahayanya dibentangkan dan rahasianya diberikan kepada kamu. Kamu akan mendapatkan segala sesuatu jika bersama-Nya, namun tidak akan ada sesuatu yang akan mencukupi kamu jika kamu menjauh dari-Nya." 

Hal ini disampaikan Syekh Ibnu Athaillah as-Sakandari dalam kitabnya yang monumental, yaitu Al-Hikam.   

 

Penyusun syarah dan penerjemah Al-Hikam, D A Pakih Sati Lc dalam buku Kitab Al-Hikam dan Penjelasannya yang diterbitkan penerbit Noktah tahun 2017 menjelaskan maksud Syekh Athaillah mengenai alasan jangan mengharapkan karunia Allah SWT kekal. Tidak ada sesuatu di dunia ini yang kekal abadi. Oleh karena itu, janganlah pernah berharap karunia Allah SWT itu kekal meskipun cahayanya dibentangkan dan rahasianya diberikan kepada kamu. Apakah kamu tidak menyaksikan perjalanan matahari dalam kehidupan sehari-hari?

Kalau seandainya matahari memancarkan cahayanya secara terus-menerus tanpa pernah terbenam, tentu hal ini justru akan membahayakan kamu. 

lstirahat kamu akan terganggu jika hari terus-menerus siang tanpa mengalami malam sedikitpun. 

Allah SWT telah menetapkan hikmah di dalam segala sesuatu. Cukuplah kamu mengikuti ritme perjalanan alam ini, maka kamu akan merasakan manfaatnya. 

Ketahuilah bahwa kamu baru akan merasakan manfaat cahaya matahari ketika terbit dan tenggelam. Allah SWT tidak membutuhkan ibadah yang kamu kerjakan, atau cahaya yang ada di dalam hati kamu. 

Kebaikan dan keburukan yang kamu lakukan selama hidup di dunia ini akan kembali kepada kamu sendiri. 

Kamu juga yang akan merasakan akibatnya. Ketahuilah, kamu sangat membutuhkan-Nya dan tidak bisa melepaskan diri dari-Nya.  

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement