Sabtu 15 Oct 2022 06:20 WIB

Pendiri Mualaf Center Indonesia Koh Steven Dimakamkan Pagi Ini di Bandung

Ia dikabarkan meninggal usai melaksanakan sholat Isya pada Jumat malam.

Rep: Fernan Rahadi/ Red: Ani Nursalikah
Pendiri Mualaf Centre Indonesia Steven Indra Wibowo berfoto untuk Anugerah Tokoh Perubahan Republika 2020. Pendiri Mualaf Center Indonesia Koh Steven Dimakamkan Pagi Ini di Bandung
Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Pendiri Mualaf Centre Indonesia Steven Indra Wibowo berfoto untuk Anugerah Tokoh Perubahan Republika 2020. Pendiri Mualaf Center Indonesia Koh Steven Dimakamkan Pagi Ini di Bandung

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Pendiri Mualaf Centre Indonesia (MCI) Steven Indra Wibowo atau Koh Steven, meninggal dunia, Jumat (14/10/2022) malam. Ia dikabarkan meninggal usai melaksanakan shalat Isya pada Jumat malam. Belum diketahui penyebab kematian pria yang pernah meraih penghargaan Tokoh Perubahan Republika pada tahun 2020 lalu tersebut. 

"Innalillahi wainnailaihi rajiun. Telah meninggal dunia dan berpulang ke rumah Allah saudara kami Indra Wibowo," ujar Humas MCI Andy Anthony Lee, dalam status Whatsapp-nya, Sabtu (15/10/2022) dini hari WIB.

Baca Juga

Andy pun membagikan informasi pemakaman Koh Steven. Almarhum akan dimakamkan pukul pagi ini di Firdaus Memorial Park, Kecamatan Ujung Berung, Kota Bandung, Jawa Barat.

Sebelum dimakamkan, sekitar pukul 09.00 WIB hingga 10.30 WIB, almarhum Koh Steven akan terlebih dahulu dishalatkan di Masjid Al-Imtiyaz, Surapati Core, Jalan PHH, Mustapa, Pasirlayung, Kecamatan Cibeunying Kidul, Kota Bandung.

Koh Steven, yang lahir di Jakarta, memproduksi alat pelindung diri (APD) untuk disumbangkan kepada tenaga medis saat pandemi Covid-19 melanda Indonesia pada 2020 silam. Hal itu ia lakukan sambil mengerjakan proyek-proyek pembangunan kafe.

Selain itu, Koh Steven juga terus mendistribusikan sembako kepada masyarakat yang ada di daerah-daerah dan terkena dampak pandemi Covid-19. Luar biasanya, semua dilakukan menggunakan dana pribadi hasil penjualan aset-aset yang dimilikinya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement