Jumat 16 Sep 2022 17:57 WIB

Kemenag Perpanjang Beasiswa Indonesia Bangkit Hingga 20 September

Beasiswa Indonesia Bangkit tidak berlaku untuk pilihan beasiswa S3 luar negeri.

Gedung Kementerian Agama. Kemenag Perpanjang Beasiswa Indonesia Bangkit Hingga 20 September
Foto: Republika/Raisan Al Farisi
Gedung Kementerian Agama. Kemenag Perpanjang Beasiswa Indonesia Bangkit Hingga 20 September

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Agama (Kemenag) memperpanjang masa pendaftaran program Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) tahun 2022 hingga 20 September 2022.

"Untuk memberi kesempatan yang lebih longgar kepada para pelajar, pendaftaran Beasiswa Indonesia Bangkit diperpanjang hingga 20 September 2022," ujar Sekjen Kemenag Nizar dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat (16/9/2022).

Baca Juga

Namun, ia mengatakan, perpanjangan masa pendaftaran beasiswa ini tidak berlaku untuk pilihan beasiswa S3 luar negeri. Nizar menyampaikan, Kemenag bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan menyelenggarakan program gelar Beasiswa Indonesia Bangkit dalam rangka mempercepat peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Berkenaan dengan perpanjangan pendaftaran ini, kata dia, Program Gelar atau Degree Program ini dibuka untuk jenjang studi sarjana (S1) dan pascasarjana (S2 dan S3), baik di dalam maupun luar negeri. "Program ini diperuntukkan bagi dosen, guru, siswa, pegawai, dan pemangku kepentingan di lingkungan Kementerian Agama yang memenuhi persyaratan," katanya.

Ada delapan pilihan program, beasiswa S1 diberikan dalam bentuk beasiswa penuh untuk empat kategori. Pertama, Beasiswa S1 Reguler Dalam Negeri untuk lulusan Madrasah Aliyah/Madrasah Aliyah Kejuruan/Pendidikan Diniyah Formal/Pendidikan Muadalah/Pendidikan Kesetaraan pada Pesantren Salafiyah/SMA/SMK pada Pondok Pesantren untuk melanjutkan studi pada jenjang S1 pada perguruan tinggi di dalam negeri.

Kedua, Beasiswa S1 Prestasi Dalam Negeri untuk lulusan Madrasah Aliyah/Madrasah Aliyah Kejuruan/Pendidikan Diniyah Formal/Pendidikan Muadalah/Pendidikan Kesetaraan pada Pesantren Salafiyah/SMA/SMK pada Pondok Pesantren yang mempunyai prestasi akademik atau non-akademik yang monumental dan diakui untuk melanjutkan studi pada jenjang S1 pada perguruan tinggi di dalam negeri.

Ketiga, Beasiswa S1 Tahfidz Dalam Negeri untuk lulusan Madrasah Aliyah/Madrasah Aliyah Kejuruan/Pendidikan Diniyah Formal/Pendidikan Muadalah/Pendidikan Kesetaraan pada Pesantren Salafiyah/SMA/SMK pada Pondok Pesantren yang memiliki hafalan Al-Quran dengan kriteria tertentu sehingga layak untuk melanjutkan studi pada jenjang S1 pada perguruan tinggi di dalam negeri.

Keempat, Beasiswa S1 PJJ PAI IAIN Syekh Nurjati Cirebon untuk guru lulusan Madrasah Aliyah/Madrasah Aliyah Kejuruan/Pendidikan Diniyah Formal/Pendidikan Mu'adalah yang ingin melanjutkan pendidikan ke program studi PAI IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang diselenggarakan secara daring atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Untuk Program Gelar S2, ada dua jenis beasiswa. Pertama, Beasiswa S2 Reguler Dalam Negeri untuk lulusan program D4 atau S1 yang memenuhi persyaratan yang ditetapkan untuk melanjutkan studi jenjang S2 di Perguruan Tinggi dalam negeri. Kedua, Bantuan Penyelesaian Pendidikan (BPP) S2 Dalam Negeri untuk mahasiswa yang sedang menempuh studi pada jenjang magister (S2) di dalam negeri yang bertujuan untuk membantu percepatan penyelesaian studinya.

Sedangkan untuk Program Gelar S3 ada tiga jenis. Pertama, Beasiswa S3 Dalam Negeri, berupa beasiswa penuh untuk lulusan program S2. Kedua, Beasiswa S3 Reguler Luar Negeri, berupa beasiswa penuh untuk melanjutkan studi pada jenjang S3 di luar negeri.

"Pilihan kedua ini yang tidak diperpanjang masa pendaftarannya," katanya.

Untuk yang ketiga, Bantuan Penyelesaian Pendidikan (BPP) S3 Dalam Negeri untuk mahasiswa yang sedang menempuh pada jenjang doktoral yang bertujuan membantu percepatan penyelesaian pendidikan doktor di Perguruan Tinggi dalam negeri.

"Kriteria pendaftar beasiswa S2 dan S3 reguler dalam negeri boleh diperuntukkan bagi mahasiswa semester satu tahun akademik 2022/2023 di Program Studi pada Perguruan Tinggi yang telah bekerja sama dengan Kementerian Agama," kata Nizar.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement