Selasa 30 Aug 2022 20:50 WIB

Siswa Palestina Mulai Tahun Ajaran Baru di Tengah Suasana Kesedihan

Siswa Palestina kehilangan teman-teman mereka akibat serangan Israel.

Rep: mgrol135/ Red: Ani Nursalikah
Anak-anak Palestina belajar di ruang terbuka akibat gedung sekolahnya roboh digempur jet Israelerangan udara Israel. Siswa Palestina Mulai Tahun Ajaran Baru di Tengah Suasana Kesedihan
Foto: Rusian Todya
Anak-anak Palestina belajar di ruang terbuka akibat gedung sekolahnya roboh digempur jet Israelerangan udara Israel. Siswa Palestina Mulai Tahun Ajaran Baru di Tengah Suasana Kesedihan

REPUBLIKA.CO.ID, RAMALLAH -- Menurut kementerian pendidikan di Ramallah, sekitar 1,4 juta siswa Palestina memulai tahun ajaran baru di Tepi Barat dan Jalur Gaza, Senin (29/8/2022).

Di pagi hari, siswa Palestina bergegas ke sekolah mereka setelah liburan musim panas berakhir. Beberapa pergi ke sekolah yang dikelola Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA), sementara yang lain bergabung dengan sekolah pemerintah, dan sisanya bersekolah di sekolah swasta di Palestina.

Baca Juga

Kali ini, tidak ada kegembiraan yang cenderung datang pada hari pertama tahun ajaran baru bagi para siswa, terutama bagi mereka yang kehilangan teman sekelas selama serangan Israel baru-baru ini di Jalur Gaza yang terkepung.

Begitu siswa kelas lima dari sebuah sekolah yang terletak di kota Khan Younis di Gaza selatan tiba di kelas mereka, banyak yang mulai menangis ketika mereka menemukan foto teman sekelas mereka Layan al-Shaer yang menempati kursinya alih-alih dirinya sendiri.

Seorang gadis sepuluh tahun meninggal karena cedera dalam serangan Israel selama konflik militer tiga hari dengan Jihad Islam Palestina (PIJ) di Gaza awal bulan ini, yang menewaskan sedikitnya 50 orang, termasuk 17 anak-anak dan melukai sekitar 360 orang.

Dilansir The New Arab, Senin (29/8/2022), Retal al-Shaer yang merupakan teman Layan mengatakan: "Saya tidak akan bisa lagi bertemu teman saya atau bahkan bermain dan belajar dengannya.”

"Kami dulu datang ke sekolah kami bersama-sama. Sangat menyakitkan kehilangan dia," kata gadis itu. 

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement